<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" ><generator uri="https://jekyllrb.com/" version="4.4.1">Jekyll</generator><link href="https://devilpenakut.com/feed.xml" rel="self" type="application/atom+xml" /><link href="https://devilpenakut.com/" rel="alternate" type="text/html" /><updated>2026-10-09T10:58:06+00:00</updated><id>https://devilpenakut.com/feed.xml</id><title type="html">devilpenakut</title><subtitle>Catatan gadget, game, dan opini.</subtitle><entry><title type="html">Membuat FM26 Berbahasa Indonesia: Menerjemahkan Skin UI dan Merapikan File Bahasa</title><link href="https://devilpenakut.com/fm26-berbahasa-indonesia" rel="alternate" type="text/html" title="Membuat FM26 Berbahasa Indonesia: Menerjemahkan Skin UI dan Merapikan File Bahasa" /><published>2026-09-29T07:16:09+00:00</published><updated>2026-09-29T07:16:09+00:00</updated><id>https://devilpenakut.com/fm26-berbahasa-indonesia</id><content type="html" xml:base="https://devilpenakut.com/fm26-berbahasa-indonesia"><![CDATA[<p>Kabar baik untuk manajer Indonesia: <strong>Football Manager 27 akan hadir dengan bahasa Indonesia resmi</strong>, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah seri ini. SEGA mengumumkannya bersamaan dengan dibukanya halaman toko FM27 di Steam dan Epic Games Store, dan bahasa Indonesia sudah tercantum di daftar bahasa antarmuka yang didukung.</p>

<blockquote class="twitter-tweet"><a href="https://twitter.com/id_fm/status/2103637904102937050">https://x.com/id_fm/status/2103637904102937050</a></blockquote>

<p>Tapi FM27 belum rilis. Sambil menunggu, kenapa tidak membuat FM26 terasa “Indonesia” dari sekarang?</p>

<p>Momennya juga pas. Belakangan muncul skin baru dari komunitas Korea, <strong>UICHANGE</strong> karya fmkorea/Gigliati, yang membuat tampilan FM26 terasa seperti FM24. Buat banyak pemain yang kurang cocok dengan antarmuka baru FM26 sejak pindah ke engine Unity, skin ini merubah tata letak yang familier, navigasi yang lebih akrab, tapi tetap dengan mesin permainan FM26.</p>

<blockquote class="twitter-tweet"><a href="https://twitter.com/id_fm/status/2103368850742055114">https://x.com/id_fm/status/2103368850742055114</a></blockquote>

<p>Masalahnya, begitu skin ini dipasang , menu masih menggunakan Bahasa Inggris.</p>

<p>Itulah titik awal project kecil ini: membuat FM26 dengan skin <strong>UICHANGE</strong> dan mod <strong>Bahasa Indonesia</strong> terasa satu kesatuan, sebagai “jembatan” yang nyaman sampai FM27 datang.</p>

<h2 id="kenapa-teks-skin-tidak-ikut-diterjemahkan">Kenapa Teks Skin Tidak Ikut Diterjemahkan?</h2>

<p>FM26 sudah memakai engine Unity. Teks di layar sebenarnya datang dari dua sumber yang berbeda:</p>

<ul>
  <li>
    <p><strong>File bahasa (</strong><code class="language-plaintext highlighter-rouge">.ltc</code><strong>)</strong> menyimpan ratusan ribu teks: menu, berita, inbox, konferensi pers, dan dialog pemain. Setiap teks dipanggil game lewat ID, bukan lewat kalimat bahasa Inggrisnya.</p>
  </li>
  <li>
    <p><strong>Bundle layout UI (</strong><code class="language-plaintext highlighter-rouge">.bundle</code><strong>)</strong> menyimpan susunan panel. Sebagian label di sini ditulis langsung di layout oleh pembuat skin.</p>
  </li>
</ul>

<p>Mod bahasa hanya mengubah sumber pertama. Label yang ditulis langsung di layout skin tidak pernah melewati file bahasa, jadi tetap tampil dalam bahasa Inggris. Masalahnya bukan pada mod bahasanya, tapi memang dua jalur yang terpisah.</p>

<h2 id="langkah-1-membongkar-bundle-skin">Langkah 1: Membongkar Bundle Skin</h2>

<p>File yang jadi target adalah <code class="language-plaintext highlighter-rouge">ui-panelids-uxml_assets_all.bundle</code>. Setelah dibuka, isinya <strong>1.473 aset UI</strong> dari <strong>737 panel</strong>, mulai dari halaman klub, keuangan, taktik, transfer, sampai layar pembuatan game.</p>

<p>Dari semua itu, hanya ada <strong>146 teks</strong> (123 unik) yang ditulis langsung di layout. Tidak semuanya layak diterjemahkan:</p>

<ul>
  <li>
    <p><strong>Aman diterjemahkan:</strong> label yang tampil saat bermain, seperti halaman profil klub, menu navigasi, portal berita, dialog pengaturan shortcut, dan beberapa judul panel lain.</p>
  </li>
  <li>
    <p><strong>Dibiarkan:</strong> semua panel <em>debug</em> milik developer (isinya placeholder dengan typo seperti “Calasendar” dan nama internal seperti <code class="language-plaintext highlighter-rouge">ClubVisionObjectives</code>), serta kredit pembuat skin.</p>
  </li>
</ul>

<p>Prinsipnya sederhana: <strong>ubah hanya teks yang tampil, jangan sentuh apa pun yang mungkin terhubung ke logika game.</strong> Nama elemen, class, binding, dan ID dibiarkan persis seperti aslinya.</p>

<h2 id="langkah-2-menyeragamkan-istilah-dengan-file-bahasa">Langkah 2: Menyeragamkan Istilah dengan File Bahasa</h2>

<p>Setelah label skin diterjemahkan, muncul masalah baru: <strong>istilah yang berbeda untuk hal yang sama.</strong> Skin menulis “Riwayat Liga”, sementara file bahasa menulis “Sejarah Liga”. Skin menulis “Bola Mati”, file bahasa sebagian besar masih “Set Pieces”.</p>

<p>Pilihannya: ikuti istilah file bahasa, atau ubah file bahasa supaya mengikuti istilah skin. Saya memilih yang kedua, supaya satu istilah dipakai konsisten di seluruh game.</p>

<p>Untuk itu, format file <code class="language-plaintext highlighter-rouge">.ltc</code> perlu dipahami dulu. Strukturnya ternyata cukup rapi:</p>

<ul>
  <li>
    <p>sebuah header,</p>
  </li>
  <li>
    <p>blok berisi semua teks (setiap entri bisa punya beberapa varian, misalnya versi pemain putra dan putri),</p>
  </li>
  <li>
    <p>tabel indeks yang memetakan setiap ID teks ke posisinya di file.</p>
  </li>
</ul>

<p>Karena panjang teks berubah, posisi semua teks sesudahnya ikut bergeser. Jadi seluruh <strong>192.024 penunjuk</strong> di tabel indeks dihitung ulang. Uji yang sama dilakukan di sini: file dibongkar lalu disusun ulang tanpa perubahan, dan hasilnya identik dengan aslinya.</p>

<p><strong>65 teks</strong> diseragamkan, misalnya:</p>

<p>Sebelumnya
Sesudahnya</p>

<p>Tahun Didirikan
Tahun Berdiri</p>

<p>Kepribadian Skuad
Karakter Skuad</p>

<p>Kepercayaan Petinggi Klub
Kepercayaan Dewan</p>

<p>Pengembangan Pemain Muda
Pembinaan Pemain Muda</p>

<p>Pertandingan Berikutnya
Laga Berikutnya</p>

<p>Set Pieces
Bola Mati</p>

<p>Hanya teks yang <strong>persis sama</strong> yang diganti. Nama jabatan seperti “Kepala Pengembangan Pemain Muda” sengaja tidak disentuh, begitu juga semua tag game seperti <code class="language-plaintext highlighter-rouge">[%male#1-hidden]</code>.</p>

<h2 id="langkah-3-mencari-teks-inggris-yang-tersisa">Langkah 3: Mencari Teks Inggris yang Tersisa</h2>

<p>Mod bahasa Indonesia yang dipakai sebenarnya sudah sangat lengkap. Dari sekitar 130 ribu kalimat panjang (berita, inbox, dialog), sebagian besar sudah berbahasa Indonesia.</p>

<p>Tapi masih ada yang terselip. Setelah dipindai, ada <strong>93 teks</strong> (45 kalimat unik beserta variannya) yang masih bahasa Inggris, antara lain:</p>

<ul>
  <li>
    <p>berita kekalahan tim yang terkena pengurangan poin,</p>
  </li>
  <li>
    <p>berita klub yang meraih trofi ketujuh dalam semusim,</p>
  </li>
  <li>
    <p>peringatan staf soal gaji yang melebihi anggaran,</p>
  </li>
  <li>
    <p>harapan dewan dan suporter jelang laga penentuan degradasi,</p>
  </li>
  <li>
    <p>komentar pemain soal cuaca dan kondisi lapangan,</p>
  </li>
  <li>
    <p>notifikasi instruksi taktik seperti arah umpan silang.</p>
  </li>
</ul>

<p>Semuanya diterjemahkan, dengan satu aturan ketat: <strong>setiap kode game harus tetap ada.</strong> Tag seperti <code class="language-plaintext highlighter-rouge">[%team#1-short]</code> (nama tim), <code class="language-plaintext highlighter-rouge">[%comp#1-short]</code> (nama kompetisi), dan <code class="language-plaintext highlighter-rouge">{upper}</code> (huruf kapital otomatis) dicek otomatis di setiap kalimat. Tidak ada satu pun yang hilang.</p>

<h2 id="bagaimana-dengan-catalogbin">Bagaimana dengan <code class="language-plaintext highlighter-rouge">catalog.bin</code>?</h2>

<p>Skin UICHANGE juga menyertakan <code class="language-plaintext highlighter-rouge">catalog.bin</code>, yaitu katalog Addressables Unity yang berfungsi sebagai “daftar isi” aset. Skin memakai katalog ini untuk mendaftarkan 6 aset tambahan, seperti pengaturan tabel saat pertandingan dan tile <em>pass map</em>.</p>

<p>Katalog ini tidak perlu diubah. Katalog hanya merujuk bundle lewat nama dan lokasi, dan tidak menyimpan checksum per bundle. Jadi bundle yang sudah diterjemahkan tetap dikenali game.</p>

<h2 id="yang-masih-tetap-bahasa-inggris">Yang Masih Tetap Bahasa Inggris</h2>

<p>Supaya ekspektasinya jelas, ada beberapa hal yang memang di luar jangkauan file bahasa:</p>

<ul>
  <li>
    <p><strong>Nama kompetisi, klub, dan penghargaan</strong> berasal dari database game.</p>
  </li>
  <li>
    <p><strong>Angka yang ditulis dengan huruf</strong> (misalnya “three”) dibuat oleh mesin game.</p>
  </li>
  <li>
    <p><strong>Teks baru dari patch</strong> akan tampil dalam bahasa Inggris sampai file bahasanya diperbarui.</p>
  </li>
</ul>

<h2 id="cara-install">Cara Install</h2>

<p>Download dulu UICHANGE dari sini</p>

<blockquote class="twitter-tweet"><a href="https://twitter.com/LICAA747/status/2103675685386543172">https://x.com/LICAA747/status/2103675685386543172</a></blockquote>

<p>Copy semua isi folder Bundles ke <code class="language-plaintext highlighter-rouge">...\StreamingAssets\aa\StandaloneWindows64</code>.</p>

<p>Copy semua isi Addressables ke <code class="language-plaintext highlighter-rouge">...\StreamingAssets\aa\</code></p>

<h3 id="isi-paket-bahasa-indonesia">Isi Paket Bahasa Indonesia</h3>

<p>Download paket</p>

<p><a href="https://gofile.io/d/XlIjoHfp">Paket Bahasa Indonesia</a></p>

<p>File
Fungsi</p>

<p><code class="language-plaintext highlighter-rouge">Bahasa Indonesia.ltc</code>
File bahasa: menu, berita, inbox, dialog, konferensi pers</p>

<p><code class="language-plaintext highlighter-rouge">ui-panelids-uxml_assets_all.bundle</code>
Layout UI skin UICHANGE dengan 82 label berbahasa Indonesia</p>

<h3 id="sebelum-mulai">Sebelum Mulai</h3>

<ul>
  <li>
    <p>Tutup FM26 sepenuhnya.</p>
  </li>
  <li>
    <p><strong>Backup</strong> semua file asli yang akan ditimpa (copy ke folder lain).</p>
  </li>
  <li>
    <p>Pastikan skin UICHANGE sudah terpasang, karena bundle di paket ini adalah versi terjemahan dari file skin tersebut.</p>
  </li>
</ul>

<h3 id="langkah-1-pasang-file-bahasa">Langkah 1: Pasang File Bahasa</h3>

<ul>
  <li>
    <p>Buka folder <code class="language-plaintext highlighter-rouge">Documents\Sports Interactive\Football Manager 26\languages</code>. Buat folder <code class="language-plaintext highlighter-rouge">languages</code> jika belum ada.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Copy <code class="language-plaintext highlighter-rouge">Bahasa Indonesia.ltc</code> ke folder tersebut. Jika sudah ada file dengan nama sama, timpa saja.</p>
  </li>
</ul>

<h3 id="langkah-2-pasang-file-ui-bundle">Langkah 2: Pasang File UI (Bundle)</h3>

<ul>
  <li>
    <p>Buka folder instalasi FM26. Di Steam: klik kanan FM26, lalu <strong>Manage &gt; Browse local files</strong>.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Masuk ke folder bundle aset UI: <code class="language-plaintext highlighter-rouge">...\StreamingAssets\aa\StandaloneWindows64</code>. Jika tidak ketemu, cari nama file <code class="language-plaintext highlighter-rouge">ui-panelids-uxml_assets_all.bundle</code> lewat kolom search Windows Explorer di folder instalasi game.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Backup file <code class="language-plaintext highlighter-rouge">ui-panelids-uxml_assets_all.bundle</code> yang lama.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Copy file bundle dari paket dan timpa file lama.</p>
  </li>
</ul>

<h3 id="langkah-43-aktifkan-bahasa-di-game">Langkah 43 Aktifkan Bahasa di Game</h3>

<ul>
  <li>
    <p>Jalankan FM26.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Buka <strong>Settings &gt; Interface &gt; Language</strong>.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Pilih <strong>Bahasa Indonesia</strong>.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Restart game.</p>
  </li>
</ul>

<h3 id="jika-ada-masalah">Jika Ada Masalah</h3>

<ul>
  <li>
    <p><strong>Game crash atau UI kosong setelah pasang bundle:</strong> kembalikan <code class="language-plaintext highlighter-rouge">ui-panelids-uxml_assets_all.bundle</code> dari backup.</p>
  </li>
  <li>
    <p><strong>Bahasa tidak muncul di pilihan:</strong> pastikan file <code class="language-plaintext highlighter-rouge">.ltc</code> ada di folder <code class="language-plaintext highlighter-rouge">languages</code> yang benar dan namanya <code class="language-plaintext highlighter-rouge">Bahasa Indonesia.ltc</code>.</p>
  </li>
  <li>
    <p><strong>Setelah FM26 update:</strong> update game bisa menimpa file bundle dan catalog. Pasang ulang skin UICHANGE versi terbaru terlebih dahulu. Bundle terjemahan ini hanya cocok dengan versi skin yang dipakai saat dibuat.</p>
  </li>
</ul>

<h2 id="kredit">Kredit</h2>

<ul>
  <li>
    <p>Mod Bahasa Indonesia: <strong>Tupai Art</strong> dan <strong>Caramelio</strong>, dengan bantuan <strong>Kung @FMThai</strong>.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Skin UICHANGE: <strong>fmkorea Gigliati</strong>.</p>
  </li>
</ul>

<p>Project ini hanya melengkapi dan merapikan karya mereka. Tanpa fondasi itu, semua ini tidak akan mungkin.</p>

<h2 id="sampai-jumpa-di-fm27">Sampai Jumpa di FM27</h2>

<p>Begitu FM27 rilis dengan bahasa Indonesia resmi, sebagian besar pekerjaan seperti ini mungkin tidak diperlukan lagi. Tapi sampai hari itu tiba, FM26 dengan tampilan ala FM24 dan antarmuka berbahasa Indonesia adalah cara yang nyaman untuk tetap menikmati musim demi musim.</p>

<p><em>Selamat bermain, manajer Indonesia!</em></p>]]></content><author><name></name></author><category term="panduan" /><category term="game" /><summary type="html"><![CDATA[Kabar baik untuk manajer Indonesia: Football Manager 27 akan hadir dengan bahasa Indonesia resmi, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah seri ini. SEGA mengumumkannya bersamaan dengan dibukanya halaman toko FM27 di Steam dan Epic Games Store, dan bahasa Indonesia sudah tercantum di daftar bahasa antarmuka yang didukung.]]></summary></entry><entry><title type="html">Forza Horizon 6 Debut di Game Pass, Xbox Rekrut Matthew Ball sebagai Chief Strategy Officer</title><link href="https://devilpenakut.com/forza-horizon-6-debut-di-game-pass-xbox-rekrut-matthew-ball-sebagai-chief-strategy-officer" rel="alternate" type="text/html" title="Forza Horizon 6 Debut di Game Pass, Xbox Rekrut Matthew Ball sebagai Chief Strategy Officer" /><published>2026-05-21T03:40:26+00:00</published><updated>2026-05-21T03:40:26+00:00</updated><id>https://devilpenakut.com/forza-horizon-6-debut-di-game-pass-xbox-rekrut-matthew-ball-sebagai-chief-strategy-officer</id><content type="html" xml:base="https://devilpenakut.com/forza-horizon-6-debut-di-game-pass-xbox-rekrut-matthew-ball-sebagai-chief-strategy-officer"><![CDATA[<h2 id="-tren-hari-ini">💡 Tren Hari Ini</h2>

<ul>
  <li>
    <p>Day one AAA di Game Pass menjadi senjata utama. Forza Horizon 6 yang debut langsung mempertegas model Microsoft: menarik pelanggan dengan game besar.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Xbox terlihat serius membenahi strategi konsol. Rekrutmen Matthew Ball bukan sekadar langkah pencitraan, melainkan sinyal adanya tekanan nyata di pasar hardware.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Cloud gaming makin matang. Penambahan banyak game di fitur “Stream Your Own Game” menunjukkan fondasi cloud Xbox yang makin kuat.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Head-to-head showcase musim panas. Xbox dan Sony diperkirakan kembali beradu momentum pada rangkaian Summer Game Fest 2026.</p>
  </li>
</ul>

<h2 id="-xbox-game-pass-may-2026-wave-2-forza-horizon-6-jadi-day-one">🎮 Xbox Game Pass May 2026 Wave 2: Forza Horizon 6 Jadi Day One!</h2>

<p>Microsoft mengumumkan lineup Xbox Game Pass Wave 2 untuk Mei 2026, dan ini menjadi salah satu lineup yang paling menonjol tahun ini. Total 13 game baru disebut siap masuk ke layanan, termasuk beberapa judul yang meluncur secara day one.</p>

<h3 id="️-forza-horizon-6--the-headliner">🏎️ Forza Horizon 6 — The Headliner</h3>

<p>Forza Horizon 6 disebut meluncur pada 19 Mei sebagai day one addition di Xbox Game Pass. Game ini membawa pemain ke jalanan Jepang dengan lebih dari 550 mobil dunia nyata. Ini diposisikan sebagai salah satu game racing terbesar yang pernah debut di Game Pass secara day one, sekaligus menegaskan komitmen Microsoft pada model subscription.</p>

<p>Game Pass juga disebut menambahkan Forza Horizon 6 ke fitur “Stream Your Own Game” Xbox Cloud Gaming, sehingga pemain yang sudah memiliki game tersebut dapat melakukan streaming lewat cloud.</p>

<h3 id="-game-baru-lainnya-di-wave-2">📋 Game Baru Lainnya di Wave 2</h3>

<p>Berikut game-game yang disebut masuk Game Pass Mei 2026 Wave 2:</p>

<ul>
  <li>
    <p>Remnant II, game soulslike yang dinanti, masuk Game Pass Premium.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Final Fantasy, salah satu JRPG paling berpengaruh, dengan pujian dari media seperti ScreenRant.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Jurassic World Evolution 3, game simulasi taman dinosaurus terbaru.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Escape Simulator, game puzzle kooperatif.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Empat game day one lain yang detailnya belum diumumkan.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Tiga expanded editions dari game yang sudah ada.</p>
  </li>
</ul>

<h3 id="-game-pass-juni-2026-sudah-di-tease">📅 Game Pass Juni 2026 Sudah Di-Tease</h3>

<p>Microsoft juga disebut mulai memberi teaser lineup Game Pass Juni 2026. Meskipun detail lengkap belum tersedia, beberapa judul besar dikabarkan sudah dikonfirmasi dan akan diumumkan dalam waktu dekat.</p>

<h2 id="-xbox-gelar-reshuffle-besar-matthew-ball-jadi-cso">👔 Xbox Gelar Reshuffle Besar: Matthew Ball Jadi CSO</h2>

<p>CEO Xbox, Asha Sharma, disebut mengumumkan perubahan besar di jajaran kepemimpinan. Sorotan utamanya adalah penunjukan Matthew Ball sebagai Chief Strategy Officer, seorang analis industri game yang dikenal luas.</p>

<h3 id="siapa-matthew-ball">Siapa Matthew Ball?</h3>

<p>Matthew Ball dikenal melalui laporan tahunan “State of Video Gaming” yang kerap dijadikan rujukan industri. Variety, Kotaku, VGC, dan Game Developer disebut memberitakan rekrutmen ini. Fokus tugasnya disebut untuk memperkuat sisi konsol dalam bisnis Xbox.</p>

<p>Langkah ini dibaca sebagai indikasi bahwa Xbox menilai tantangan pasar konsol makin serius dan membutuhkan strategi yang lebih tajam. Sejumlah analisis menyebut arah tersebut sebagai upaya memperkuat lini Xbox consoles di tengah persaingan ketat.</p>

<h3 id="scott-van-vliet-jadi-cto">Scott Van Vliet Jadi CTO</h3>

<p>Selain Ball, Xbox juga disebut menunjuk Scott Van Vliet sebagai Chief Technology Officer. Dengan dua posisi strategis ini terisi, Xbox dipandang menunjukkan ambisi besar untuk mengubah arah strategi di bawah kepemimpinan Asha Sharma.</p>

<h3 id="xbox-games-showcase-2026-dan-gears-of-war-e-day-direct">Xbox Games Showcase 2026 dan Gears of War: E-Day Direct</h3>

<p>Xbox disebut sudah menetapkan jadwal Xbox Games Showcase 2026, sementara Sony dikabarkan merespons dengan menempatkan Summer State of Play sekitar sepekan setelahnya. Ini berpotensi menjadi head-to-head menarik pada musim Summer Game Fest 2026.</p>

<p>Gears of War: E-Day Direct juga disebut akan digelar sebagai acara tandem, menampilkan salah satu judul yang paling dinanti dalam ekosistem Xbox.</p>

<h2 id="-perang-game-pass-vs-ps-plus">🎯 Perang Game Pass vs PS Plus</h2>

<p>Perbandingan nilai antara Xbox Game Pass Ultimate dan PS Plus Deluxe kembali menjadi bahan perdebatan. Banyak analisis menyebut Game Pass Ultimate masih unggul dari sisi value for money, terutama karena masuknya judul AAA seperti Forza Horizon 6 secara day one.</p>

<p>Di sisi lain, ada laporan bahwa EA menjadi alasan Xbox Game Pass Family Plan belum dirilis. Hambatan negosiasi dengan EA disebut sebagai bottleneck utama. Family Plan sendiri telah lama ditunggu, khususnya oleh keluarga yang ingin berbagi subscription.</p>

<h2 id="️-berita-gaming-lainnya">🕹️ Berita Gaming Lainnya</h2>

<h3 id="xbox-cloud-gaming-makin-kuat">Xbox Cloud Gaming Makin Kuat</h3>

<p>Xbox disebut menambahkan hampir 70 game baru ke fitur “Stream Your Own Game” di Xbox Cloud Gaming, termasuk Forza Horizon 6, Katana ZERO, dan Oxenfree. Ini menunjukkan besarnya investasi Microsoft pada infrastruktur cloud gaming.</p>

<h3 id="new-xbox-controller-tanpa-expansion-port">New Xbox Controller Tanpa Expansion Port</h3>

<p>Controller Xbox baru dilaporkan tidak lagi memiliki expansion port, yakni port yang telah ada sejak 2013 dan selama ini mendukung fungsi lebih luas dari sekadar headset. Hal ini mengindikasikan perubahan permanen pada desain aksesori Xbox.</p>

<h3 id="empulse-dari-splitgate-developer">EMPULSE dari Splitgate Developer</h3>

<table>
  <tbody>
    <tr>
      <td>1047 Games (developer Splitgate) mengumumkan EMPULSE, FPS multiplayer 6v6 dengan mekanik movement yang khas. Game ini disebut akan hadir di PS5, Xbox Series X</td>
      <td>S, dan PC, sehingga menambah kompetisi pada genre arena shooter.</td>
    </tr>
  </tbody>
</table>

<h3 id="poppy-playtime-chapter-5-meluncur">Poppy Playtime: Chapter 5 Meluncur</h3>

<p>Poppy Playtime: Chapter 5 dikonfirmasi rilis di PS5, Xbox Series, PS4, Xbox One, dan Nintendo Switch pada Mei ini. Judul horror ini telah memiliki basis penggemar besar sejak chapter pertamanya.</p>

<p>Sumber:</p>

<ul>
  <li>
    <p><a href="https://gamerant.com/xbox-game-pass-may-2026-wave-2-games/">Forza Horizon 6, Jurassic World Evolution 3, and more for Xbox Game Pass May - GameRant</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://screenrant.com/xbox-game-pass-may-2026-wave-2-games/">Xbox Game Pass May 2026 Wave 2: Upcoming 13 New Games - ScreenRant</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://kotaku.com/xbox-matthew-ball-chief-strategy-officer-cso-1852266051">Xbox Taps Your Favorite Gaming Chart Guy To Save Its Console - Kotaku</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://variety.com/2026/gaming/news/xbox-hires-matthew-ball-chief-strategy-officer-1236409859/">Xbox Hires Matthew Ball as Chief Strategy Officer - Variety</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://www.videogameschronicle.com/news/major-xbox-hires-expand-leadership-team/">Major Xbox hires expand leadership team - VGC</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://www.thegamer.com/ea-reportedly-reason-no-xbox-game-pass-family-plan/">EA Is Reportedly The Reason We Still Don’t Have An Xbox Game Pass Family Plan</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://news.xbox.com/en-us/2026/05/20/stream-your-own-game-library-update/">Xbox Game Pass Stream Your Own Game library grows - Xbox Wire</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://gamerant.com/new-xbox-controller-missing-expansion-port/">New Xbox Controller Is Missing One Key Feature</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://www.ign.com/articles/1047-games-announces-empulse">1047 Games announces EMPULSE - IGN</a></p>
  </li>
</ul>]]></content><author><name></name></author><category term="berita" /><category term="game" /><category term="xbox" /><summary type="html"><![CDATA[💡 Tren Hari Ini]]></summary></entry><entry><title type="html">Google I/O 2026: Search Bertransformasi dengan AI, Android 17 Membawa Fitur Handoff, dan Ekosistem OpenClaw Makin Ramai</title><link href="https://devilpenakut.com/google-i-o-2026-search-bertransformasi-dengan-ai-android-17-membawa-fitur-handoff-dan-ekosistem-openclaw-makin-ramai" rel="alternate" type="text/html" title="Google I/O 2026: Search Bertransformasi dengan AI, Android 17 Membawa Fitur Handoff, dan Ekosistem OpenClaw Makin Ramai" /><published>2026-05-21T03:31:24+00:00</published><updated>2026-05-21T03:31:24+00:00</updated><id>https://devilpenakut.com/google-i-o-2026-search-bertransformasi-dengan-ai-android-17-membawa-fitur-handoff-dan-ekosistem-openclaw-makin-ramai</id><content type="html" xml:base="https://devilpenakut.com/google-i-o-2026-search-bertransformasi-dengan-ai-android-17-membawa-fitur-handoff-dan-ekosistem-openclaw-makin-ramai"><![CDATA[<h2 id="-tren-hari-ini">💡 Tren Hari Ini</h2>

<ul>
  <li>
    <p>AI mengubah infrastruktur web: Google tidak hanya menambahkan AI ke search, tetapi membangun ulang fondasinya.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Handoff menjadi fitur wajib: kontinuitas lintas perangkat bergerak dari nilai tambah menjadi kebutuhan dasar.</p>
  </li>
  <li>
    <p>AI agent open-source meningkat: klaim NanoClaw (250 ribu unduhan dan pendanaan USD 12 juta) menunjukkan antusiasme pasar, meski angkanya perlu verifikasi berlapis.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Kacamata XR menjadi arena baru: dukungan lintas platform, termasuk iOS, diposisikan sebagai langkah strategis.</p>
  </li>
</ul>

<h2 id="-google-io-2026-era-baru-pencarian-ai">🔍 Google I/O 2026: Era Baru Pencarian AI</h2>

<p>Google I/O 2026 berlangsung pada pekan lalu, dan dampaknya masih terasa. Sorotan utamanya adalah pernyataan Google tentang perubahan besar pada search bar dalam 25 tahun terakhir. Search bar yang selama ini dikenal publik kini dipadukan secara mendalam dengan AI, bukan sekadar lapisan tambahan, melainkan sebagai fondasi baru.</p>

<h3 id="search-ai-dan-information-agents">Search AI dan “Information Agents”</h3>

<p>Sundar Pichai menegaskan, “Google Search is AI Search.” Perubahan ini tidak diposisikan sebagai jargon pemasaran semata. Google memperkenalkan konsep “information agents” yang melakukan search secara otonom untuk pengguna. Dengan demikian, pengguna tidak selalu harus mengetik kueri lalu menyaring hasil sendiri karena sebagian proses dapat ditangani AI.</p>

<p>Ars Technica menilai langkah ini sebagai pergeseran paling agresif Google menuju agentic AI, yaitu AI yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga menjalankan tindakan. Poin-poin utamanya:</p>

<ul>
  <li>
    <p>AI Mode baru disebut mampu melakukan riset multilangkah secara mandiri.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Gemini Spark diposisikan sebagai model/fungsi AI yang dapat membantu pekerjaan berkelanjutan, termasuk perencanaan proyek dan pembuatan bahan presentasi.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Google Antigravity dan Universal Cart diperkenalkan sebagai bagian dari ekosistem AI baru.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Google merilis ringkasan “100 pengumuman” pada I/O 2026, termasuk Gemini Omni.</p>
  </li>
</ul>

<h3 id="iklan-ai-generated-masuk-search-results">Iklan AI-Generated Masuk Search Results</h3>

<p>Di sisi lain, Wall Street Journal melaporkan bahwa Google menguji format iklan baru yang dihasilkan AI, baik pada search results reguler maupun AI Mode. Sejumlah analis juga memperingatkan risiko penurunan trafik ke penerbit asli karena jawaban AI merangkum konten web secara langsung.</p>

<h3 id="gemini-35-flash-dan-perang-harga-ai">Gemini 3.5 Flash dan Perang Harga AI</h3>

<p>Dari sisi model, Google memperkenalkan Gemini 3.5 Flash dengan penekanan pada efisiensi biaya. The Information melaporkan bahwa Google mendorong opsi harga yang lebih hemat sebagai sinyal kompetisi harga melawan OpenAI dan Anthropic. Disebut pula ada penyesuaian harga paket AI tingkat tertinggi serta bundel YouTube Premium pada paket USD 100 per bulan.</p>

<h2 id="-android-17-continue-on--versi-handoff-dari-google">📱 Android 17: “Continue On” — Versi Handoff dari Google</h2>

<p>Salah satu fitur yang paling banyak dibahas dari Google I/O adalah “Continue On” pada Android 17, yang dinilai mirip dengan Apple Handoff. Fitur ini ditujukan untuk memindahkan aktivitas pengguna dari satu perangkat ke perangkat lain secara mulus.</p>

<p>Menurut laporan yang beredar, meski dirancang dua arah, implementasi awalnya lebih dulu terbatas dari ponsel ke tablet/laptop, bukan sebaliknya. Hal ini dibaca sebagai upaya Google mengejar pengalaman ekosistem lintas perangkat yang selama ini kuat di Apple.</p>

<h3 id="fitur-android-17-lainnya-yang-menarik">Fitur Android 17 Lainnya yang Menarik</h3>

<ul>
  <li>
    <p>Wear OS 7 disebut membawa widget Android yang lebih matang ke perangkat pergelangan tangan.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Android Auto disebut akan mendukung Netflix dan YouTube (hingga 60 fps pada kendaraan yang kompatibel).</p>
  </li>
  <li>
    <p>Demo Android XR glasses disebut tampil untuk pertama kali, termasuk dukungan ke iOS.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Chrome 149 untuk Android disebut sudah dirilis.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Android 17 QPR1 Beta 3 tersedia untuk perangkat Pixel.</p>
  </li>
</ul>

<p>XREAL Project Aura disebut sebagai salah satu perangkat Android XR awal yang didemokan, dan Engadget menilai pendekatannya sebagai gaya yang maksimalis.</p>

<h2 id="-openclaw-dan-nanoclaw-ai-agent-open-source-makin-ramai">🤖 OpenClaw dan NanoClaw: AI Agent Open-Source Makin Ramai</h2>

<p>Ekosistem AI agent otonom kian ramai. NanoClaw, yang disebut sebagai varian open-source dari OpenClaw untuk kebutuhan enterprise, diklaim mencapai tonggak penting.</p>

<h3 id="nanoco-raih-pendanaan-awal-usd-12-juta">NanoCo Raih Pendanaan Awal USD 12 Juta</h3>

<p>Startup NanoCo di balik NanoClaw dilaporkan meraih pendanaan awal USD 12 juta setelah menolak tawaran akuisisi USD 20 juta. TechCrunch juga menyebut NanoClaw telah diunduh 250.000 kali dan mengumpulkan 29.000 bintang GitHub sejak rilis Februari 2026. Disebut pula bahwa agent AI mereka telah dipakai eksekutif di Amazon, Google, dan Meta.</p>

<p>NanoCo turut meluncurkan EnterpriseClaw sebagai asisten AI korporasi berbasis NanoClaw. Automation Anywhere melaporkan integrasi untuk menjalankan agent AI di lintas infrastruktur enterprise.</p>

<h3 id="openclaw-diberi-wujud-fisik">OpenClaw Diberi Wujud Fisik</h3>

<p>WIRED menulis artikel tentang eksperimen pemberian wujud fisik pada agent OpenClaw dengan lengan robot LeRobot. Dalam uji tersebut, OpenClaw diminta menggerakkan lengan robot dan menghasilkan gerakan sederhana.</p>

<h3 id="adopsi-enterprise-makin-luas">Adopsi Enterprise Makin Luas</h3>

<p>YY Group (NASDAQ: YYGH) mengumumkan peluncuran OpenClaw Agentic AI untuk klien hotel dan operasi internal, dengan target optimalisasi open shifts serta fill-rate gaps. Di saat yang sama, pelanggan Grok disebut dapat memakai xAI di platform OpenClaw untuk percakapan, pembuatan gambar, dan video.</p>

<h2 id="-apple-akuisisi-ai-macbook-ultra-dan-vision-pro-yang-terlupakan">🍏 Apple: Akuisisi AI, MacBook Ultra, dan Vision Pro yang Terlupakan</h2>

<p>Apple juga tetap aktif. Sejumlah kabar yang beredar mencakup:</p>

<ul>
  <li>
    <p>Apple disebut mengakuisisi talenta dan paten dari Animato (perusahaan AI avatar). Meski bukan akuisisi perusahaan penuh, langkah ini dibaca sebagai sinyal keseriusan Apple pada AI personal.</p>
  </li>
  <li>
    <p>MacBook Ultra dikabarkan akan hadir. 9to5Mac menyebut kabar ini berpotensi positif bagi pengguna MacBook Pro.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Perbandingan iPhone 18 Pro Max versus iPhone 16 Pro Max mulai muncul dari kebocoran awal.</p>
  </li>
  <li>
    <p>Vision Pro dinilai makin kurang mendapat sorotan, termasuk terkait rollout Apple Immersive terbaru.</p>
  </li>
  <li>
    <p>tvOS 27 disebut akan membawa pengaturan tampilan baru untuk Apple TV 4K.</p>
  </li>
</ul>

<p>Sumber:</p>

<ul>
  <li>
    <p><a href="https://www.economist.com/business/2026/05/20/google-is-dethroning-openai-as-king-of-consumer-ai">Google is dethroning OpenAI as king of consumer AI - The Economist</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://arstechnica.com/google/2026/05/buckle-up-google-is-set-to-remake-search-with-agentic-ai-in-2026/">Buckle up: Google is set to remake search with agentic AI - Ars Technica</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://www.pcmag.com/news/get-ready-for-googles-biggest-search-upgrade-in-25-years">Get Ready for Google’s Biggest Search Upgrade in 25 Years - PCMag</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://www.pcmag.com/news/android-17s-continue-on-handoff-feature-lets-you-move-between-devices">Android 17’s “Continue On” handoff feature - PCMag</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://www.theverge.com/news/672337/android-17-handoff-continue-on-feature">Android 17 is getting its own version of Apple’s Handoff - The Verge</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://www.androidauthority.com/wear-os-7-widgets-android-3562454/">Wear OS 7 brings proper Android widgets</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://www.motor1.com/news/761245/android-auto-netflix-youtube/">Android Auto Is Adding Netflix And YouTube - Motor1</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://techcrunch.com/2026/05/20/nanoco-raises-12m-for-nanoclaw/">NanoCo raises $12M for NanoClaw - TechCrunch</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://www.wired.com/story/i-gave-my-openclaw-agent-a-physical-body/">I Gave My OpenClaw Agent a Physical Body - WIRED</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://www.prnewswire.com/apac/news-releases/yy-group-nasdaq-yygh-launches-openclaw-agentic-ai-across-hotel-clients-and-internal-operations-302777420.html">YY Group Launches OpenClaw Agentic AI</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://9to5mac.com/2026/05/20/macbook-ultra-could-be-very-good-news-for-macbook-pro-users/">MacBook Ultra could be very good news for MacBook Pro users - 9to5Mac</a></p>
  </li>
  <li>
    <p><a href="https://www.roadtovr.com/apple-acquires-talent-ai-avatar-company-animato/">Apple acquires talent behind AI avatar company Animato - Road to VR</a></p>
  </li>
</ul>]]></content><author><name></name></author><category term="berita" /><category term="google" /><category term="android" /><summary type="html"><![CDATA[💡 Tren Hari Ini]]></summary></entry><entry><title type="html">SS TRAVELINK: Pendopo on The Road</title><link href="https://devilpenakut.com/ss-travelink-pendopo" rel="alternate" type="text/html" title="SS TRAVELINK: Pendopo on The Road" /><published>2025-09-15T05:12:37+00:00</published><updated>2025-09-15T05:12:37+00:00</updated><id>https://devilpenakut.com/ss-travelink-pendopo</id><content type="html" xml:base="https://devilpenakut.com/ss-travelink-pendopo"><![CDATA[<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/ss-travelink-pendopo-h1.jpg" alt="" /></p>

<p>Ada yang bilang, pulang ke Jogja itu bukan cuma soal tiba, tapi soal perjalanan. Kali ini saya buktikan sendiri naik SS Travelink Jakarta – Jogja Super Eksekutif. Bukan sekadar karena kursinya yang 1-2 (bukan 2-2 yang suka bikin bahu senggol-senggolan), tapi juga karena kesan bersih, lega, dan jadwal yang pas buat orang kantoran yang baru kelar kerja.</p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/ss-travelink-pendopo-h2.jpg" alt="" /></p>

<p>Berangkat dari Pondok Pinang, lokasi yang strategis banget buat penumpang dari selatan Jakarta. Turun MRT di Lebak Bulus, lanjut ojol, dan voila – udah sampai pool. Hari itu, jadwalnya pukul 18.00, tapi sekitar jam 14.00 agen sudah WA, memastikan semua siap. Sore harinya, jam 17.00 ada reminder lagi, mungkin karena besoknya libur Idul Adha, mereka pengen gaspol lebih cepat biar ngga kejebak macet parah. Benar saja, 17.40 bus sudah berangkat.</p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/ss-travelink-pendopo-h3.jpg" alt="" /></p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/ss-travelink-pendopo-h4.jpg" alt="" /></p>

<p>Masuk ke interior, langsung terasa vibe yang berbeda. Perpaduan warna biru, abu-abu, dan coklat bikin adem. Selimut tebal dan bantal kepala sudah nunggu di kursi, siap menemani perjalanan panjang. Konfigurasi kursi 2-1 ini juara, super eksekutif sejati. Kursinya punya leg rest, walau hanya satu bagian, cukup nyaman untuk selonjoran. Yang unik, bus ini tidak punya bagasi di atas kursi. Barang bawaan bisa ditaruh di bagasi bawah atau di area kaki, jadi langit-langit terasa lebih lapang, bikin kabin berasa lega.</p>

<p>Begitu roda mulai bergulir, kru langsung menawarkan pilihan menu makan malam yang nanti akan disajikan di rumah makan. Bus sempat beberapa kali berhenti untuk naik-turun penumpang di Pasar Rebo, Jatiasih, Bekasi Timur, dan Cikarang sekitar pukul 20.50. Setelah itu, perjalanan mulai mulus begitu masuk tol Trans Jawa.</p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/ss-travelink-pendopo-h5.jpg" alt="" /></p>

<p>Sekitar pukul 23.43, bus masuk ke Rumah Makan Rosin Subang. Di sini makan malam disajikan sesuai menu yang kita pilih sebelumnya. Tempatnya satu area dengan Rosalia Indah, jadi atmosfernya cukup ramai dengan penumpang dari berbagai PO. Selesai makan, saya sempat keluar melihat busnya lebih dekat. Body Tentrem Avante H7 single glass-nya terlihat elegan, dengan livery silver minimalis dan ikon pendopo di sisi bodi. Velg Alcoa Ultra One yang dipakainya bikin bus ini makin premium.</p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/ss-travelink-pendopo-h6.jpg" alt="" /></p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/ss-travelink-pendopo-h7.jpg" alt="" /></p>

<p>Setelah istirahat, bus melanjutkan perjalanan dengan ritme yang santai tapi mantap. Nyetirnya halus, suspensi empuk, dan nyaris tak ada bunyi-bunyian “kriat-kriet” yang biasanya bikin kepala gatel. Bus keluar di Banyumanik sekitar pukul 04.44 untuk isi solar di SPBU Perintis Kemerdekaan, lalu lanjut lagi masuk tol. Ada satu-dua penumpang yang turun di Semarang atau Bawen, kemudian bus kembali masuk tol di Bawen. Setelah itu keluar lagi di Salatiga untuk mampir Terminal Tingkir, lanjut tol hingga Kartosuro, baru kemudian jalan biasa menuju Yogyakarta.</p>

<p>Menariknya, alih-alih ke Giwangan dulu seperti beberapa review yang saya baca, bus ini belok ke Jombor lebih dulu. Saya turun di Jombor pukul 07.51 – memang agak siang, tapi mengingat lalu lintas mudik Idul Adha yang padat, saya anggap wajar.</p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/ss-travelink-pendopo-h8.jpg" alt="" /></p>

<p>Dengan harga tiket Rp360 ribu (sedikit naik dari normal Rp330 ribu), pengalaman ini terasa sepadan. Nyaman, bersih, dan tepat waktu. Plus, pengalaman 2-1 seat yang bikin perjalanan ini berasa privat. SS Travelink benar-benar menghadirkan rasa “pendopo di jalan” – tenang, lapang, dan elegan. Kalau kamu tipe yang suka perjalanan santai tapi tetap pengen nyampe pagi di Jogja, ini pilihan yang wajib dicoba.</p>

<p>Perjalanan panjang ini jadi reminder bahwa naik bus bisa lebih dari sekadar transportasi – bisa jadi pengalaman. SS Travelink bikin perjalanan saya seperti disuguhkan pemandangan Jawa dengan irama yang pas. Tidak terburu-buru, tapi juga tidak terlalu santai. Rasanya seperti Jogja sendiri: adem, kalem, dan bikin nagih untuk diulang.</p>]]></content><author><name></name></author><category term="review" /><category term="transportasi" /><category term="yogyakarta" /><summary type="html"><![CDATA[]]></summary></entry><entry><title type="html">Pilih yang murah, atau ARM?</title><link href="https://devilpenakut.com/pilih-yang-murah-atau-arm" rel="alternate" type="text/html" title="Pilih yang murah, atau ARM?" /><published>2025-07-09T04:26:24+00:00</published><updated>2025-07-09T04:26:24+00:00</updated><id>https://devilpenakut.com/pilih-yang-murah-atau-arm</id><content type="html" xml:base="https://devilpenakut.com/pilih-yang-murah-atau-arm"><![CDATA[<p>Mungkin pilihan ini ngga ada yang kepikiran. Mau yang murah dan cukup, atau yang tahan lama dan modern dengan ARM? Pilihannya antara Axioo Hype 5 (Intel Gen-12) harga 5 jutaan dan ASUS Vivobook 14 A1407Q (Snapdragon X) harga 9 jutaan. Setelah riset dan membandingkan segala hal dari performa sampai baterai, saya tahu jawabannya. Sekarang giliran kamu yang tahu juga.</p>

<p>Tulisan ini akan bantu kamu melihat pilihan saya. Kita lihat dua hal penting: seberapa kuat prosesornya untuk kerja dan seberapa lama baterainya tahan. Kalau ini poin penting kamu, berarti kita sama.</p>

<h2 id="axioo-hype-5-gen-12-murah-tapi-ngga-murahan">Axioo Hype 5 Gen 12: Murah Tapi Ngga Murahan</h2>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/pilih-yang-murah-atau-arm-1.png" alt="" /></p>

<p>Laptop ini pakai Intel Core i5-1235U. Isinya 10 core: 2 core kencang buat tugas berat, 8 core hemat buat kerja ringan. Cocok untuk kerja sehari-hari seperti browsing, Office, Zoom, dan streaming. Hasilnya? Nggak lemot. Semua berjalan lancar.</p>

<p>Poin tambahnya: ini prosesor x86. Semua aplikasi Windows langsung jalan. Office? Jalan. Zoom? Jalan. Photoshop? Jalan. Bahkan software lama pun aman.</p>

<p>Axioo Hype 5 menggunakan RAM DDR4 dengan kecepatan 3200 MHz. Memang tidak secepat LPDDR5X, tapi masih cukup mumpuni untuk kerja harian dan multitasking standar. Keuntungannya ada di fleksibilitas: kamu bisa upgrade RAM hingga 64 GB. Ini jadi nilai tambah kalau nanti kebutuhan kamu makin berat, misalnya sering buka Excel besar, multitasking dengan banyak aplikasi, atau coba-coba software editing. Buat pengguna yang suka upgrade, Axioo lebih memberi ruang berkembang.</p>

<p>Tapi… ada tapinya. Prosesor ini butuh tenaga. Baterai Axioo Hype 5 cuma 45 Wh. Kalau dipakai kerja ringan, tahan 6–8 jam. Kalau banyak buka tab, atau ikut Zoom sambil multitasking, bisa turun ke 4–5 jam. Artinya kamu butuh colokan sore-sore.</p>

<p>Soal charging, catatan penting: port USB-C-nya untuk transfer data saja, NGGA bisa dipakai ngecas. Pengisian daya lewat DC-in jack terpisah — jadi charger asli wajib dibawa.</p>

<p>Layar Axioo Hype 5 berukuran 15,6 inci Full HD dengan panel IPS. Akurasi warnanya juga nggak tinggi—cakupan sRGB-nya sekitar 59%, dan warna putih cenderung kebiruan. Tapi buat kelas harganya, ini masih bisa dibilang cukup oke. Cocok untuk tugas harian seperti ngetik, browsing, dan nonton. Meski begitu, layarnya jelas kurang pas untuk kerja profesional yang butuh warna presisi. Kabar baiknya, layarnya matte dan ngga silau, jadi tetap nyaman dipakai lama-lama.</p>

<h2 id="vivobook-14-a1407qa-laptop-tenang-tahan-lama-dan-modern">Vivobook 14 A1407QA: Laptop Tenang, Tahan Lama, dan Modern</h2>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/pilih-yang-murah-atau-arm-2.jpg" alt="" /></p>

<p>Laptop ini pakai Snapdragon X. Arsitekturnya ARM, bukan x86. Tapi jangan salah sangka. Performanya cepat. Untuk kerja harian, semua terasa ringan. Aplikasi Office, browser, Zoom, semuanya ada versi ARM-nya. Ngga perlu emulasi untuk itu, tapi memang ada beberapa yang perlu emulasi, bisa di cek di <a href="https://windowsonarm.org/">https://windowsonarm.org/</a> untuk list-nya.</p>

<p>Kelebihan utamanya? Baterai. Besar. Tahan lama. ASUS klaim baterai tahan lebih dari 20 jam. Reviewer bilang 12 jam pun gampang dicapai. Bahkan setelah kerja seharian, baterainya masih sisa. Ini bikin kamu tenang kalau lupa bawa charger.</p>

<p>Dan yang paling terasa? Laptop ini dingin. Sunyi. Ngga panas, ngga berisik. Cocok untuk kerja di cafe, ruang rapat, atau kelas. Ngga ganggu orang.</p>

<p>ASUS membekali Vivobook ini dengan RAM LPDDR5X berkecepatan tinggi—sekitar 8400 MT/s. RAM jenis ini lebih kencang dan hemat daya dibanding DDR4. Hasilnya, aktivitas seperti buka-tutup aplikasi, pindah antar tab browser, atau menjalankan tugas-tugas ringan jadi terasa lebih mulus. Sangat cocok untuk kamu yang sering kerja multitasking ringan tapi butuh respons cepat. Tapi perlu dicatat, RAM ini disolder ke motherboard, jadi ngga bisa di-upgrade. Apa yang kamu beli di awal, itu yang kamu pakai seterusnya.</p>

<p>Tapi tentu ada kelemahan. Karena ini ARM, beberapa aplikasi Windows lama belum tentu jalan mulus. Aplikasi berat seperti Adobe Premiere bisa jalan, tapi performanya nggak maksimal. Emulasi bisa bikin agak lambat. Kalau kamu pakai aplikasi khusus atau berat, harus cek dulu apakah aplikasi itu sudah dukung ARM.</p>

<p>Kalau bicara soal layar, sayangnya ini titik lemah Vivobook. Sama dengan Axioo meskipun panelnya IPS dan resolusinya tinggi (1920x1200, rasio 16:10), akurasi warnanya jauh dari ideal. Tes menunjukkan layar ini hanya mencakup sekitar 66% sRGB dan akurasi warnanya meleset cukup jauh—Delta E-nya sampai 7 lebih. Warnanya terlihat agak pucat, kadang kehijauan. Jadi, kalau kamu kerja di bidang desain atau editing warna, layar ini kurang cocok. Tapi kalau cuma dipakai ngetik, browsing, nonton, atau kerja biasa, tampilannya masih cukup nyaman.</p>

<h2 id="multitasking-berat-siapa-lebih-kuat">Multitasking Berat: Siapa Lebih Kuat?</h2>

<p>Kalau kamu buka 15 tab sambil ngetik dan Zoom, dua-duanya masih bisa. Tapi kalau kamu pakai Photoshop sambil render video dan buka Excel besar, baru kelihatan bedanya.</p>

<p>Intel i5 punya keunggulan karena core kencangnya bisa loncat ke 4.4 GHz. Tugas yang butuh kecepatan tinggi, seperti buka file besar atau pasang filter di foto, lebih cepat di i5. Selain itu, RAM-nya bisa di-upgrade. Kalau kamu suka multitasking berat, Axioo lebih fleksibel.</p>

<p>Snapdragon X punya 8 core seimbang. Semuanya cukup kuat. Tapi ngga ada lonjakan turbo seperti Intel. Jadi performanya lebih stabil, tapi bukan yang tercepat. Dan RAM-nya soldered, ngga bisa upgrade.</p>

<p>Kalau kamu kerja dengan banyak aplikasi ringan sekaligus, Snapdragon X justru unggul. Baterai tetap hemat, performa tetap lancar bahkan tanpa charger, dan suhu tetap adem. Tapi untuk tugas-tugas berat, i5 masih unggul di raw power, tapi ya itu siap-siap charger jangan ditinggal.</p>

<h2 id="software-jalan-semua">Software: Jalan Semua?</h2>

<p>Ini penting. Intel i5 jalanin semua aplikasi Windows. Mau pakai software lama, plugin khusus, atau game ringan? Aman. Kompatibilitas penuh.</p>

<p>Snapdragon X sudah jauh lebih baik. Aplikasi populer sudah ada versi ARM-nya. Tapi tetap, untuk software lama atau khusus, kamu harus cek dulu. Kalau jalan, performanya bisa turun karena harus di-emulasi.</p>

<p>Intinya, untuk kerja standar: Office, Zoom, browser, email, media sosial, dua-duanya aman. Tapi kalau kamu pakai software unik, Intel lebih pasti.</p>

<h2 id="kesimpulan-pilih-yang-mana">Kesimpulan: Pilih yang Mana?</h2>

<p>Kalau kamu butuh laptop:</p>

<ul>
  <li>
    <p>Untuk kerja harian</p>
  </li>
  <li>
    <p>Ngga berat-berat amat</p>
  </li>
  <li>
    <p>Butuh baterai super awet</p>
  </li>
  <li>
    <p>Suka laptop yang dingin, ringan, dan ngga ribet</p>
  </li>
</ul>

<p>➡️ Pilih ASUS Vivobook 14 (Snapdragon X). Ini laptop masa depan. Tahan lama, tenang, cocok untuk kerja mobile.</p>

<p>Tapi kalau kamu:</p>

<ul>
  <li>
    <p>Sering pakai aplikasi berat</p>
  </li>
  <li>
    <p>Sering multitasking banyak</p>
  </li>
  <li>
    <p>Butuh fleksibilitas upgrade</p>
  </li>
  <li>
    <p>Mau yang 100% kompatibel</p>
  </li>
  <li>
    <p>Dananya terbatas</p>
  </li>
</ul>

<p>➡️ Pilih Axioo Hype 5 Gen-12. Ini laptop serba bisa. Murah, cepat, dan aman dipakai untuk semua jenis kerja.</p>

<p>Akhir kata, pilih sesuai kebutuhan. Ngga ada yang salah, yang penting kamu tahu bedanya.</p>

<p>Kalau saya pilihannya ASUS Vivobook 14 karena untuk browsing dan office saja, baterai jauh tahan lama, dan lebih sat-set.</p>

<p>Jadi laptop mana yang lebih cocok untuk buat kamu?</p>

<p><strong>Link beli:</strong></p>

<h3 id="vivobook-14-a1407qa">Vivobook 14 A1407QA</h3>

<p><strong>Blibli:</strong> <a href="https://s.blibli.com/GNtk/18j7jwf6">https://s.blibli.com/GNtk/18j7jwf6</a></p>

<p><a href="https://s.blibli.com/GNtk/18j7jwf6"><strong>Shopee:</strong></a> <a href="https://s.shopee.co.id/4L8FAdrfs1">https://s.shopee.co.id/4L8FAdrfs1</a></p>

<h3 id="axioo-hype-5-gen-12"><a href="https://s.shopee.co.id/4L8FAdrfs1">Axioo Hype 5 Gen 12</a></h3>

<p><a href="https://s.shopee.co.id/4L8FAdrfs1"><strong>Blibli:</strong></a> <a href="https://s.blibli.com/GNtk/ksecjnco">https://s.blibli.com/GNtk/ksecjnco</a></p>

<p><a href="https://s.blibli.com/GNtk/ksecjnco"><strong>Shopee:</strong> https://s.shopee.co.id/1B</a><a href="https://s.shopee.co.id/1BBDOiFMAw">BDOiFMAw</a></p>]]></content><author><name></name></author><category term="review" /><category term="laptop" /><category term="windows" /><summary type="html"><![CDATA[Mungkin pilihan ini ngga ada yang kepikiran. Mau yang murah dan cukup, atau yang tahan lama dan modern dengan ARM? Pilihannya antara Axioo Hype 5 (Intel Gen-12) harga 5 jutaan dan ASUS Vivobook 14 A1407Q (Snapdragon X) harga 9 jutaan. Setelah riset dan membandingkan segala hal dari performa sampai baterai, saya tahu jawabannya. Sekarang giliran kamu yang tahu juga.]]></summary></entry><entry><title type="html">Kenapa belum ada prosesor ARM buat desktop PC Windows?</title><link href="https://devilpenakut.com/prosesor-arm-buat-desktop" rel="alternate" type="text/html" title="Kenapa belum ada prosesor ARM buat desktop PC Windows?" /><published>2025-04-23T08:03:26+00:00</published><updated>2025-04-23T08:03:26+00:00</updated><id>https://devilpenakut.com/prosesor-arm-buat-desktop</id><content type="html" xml:base="https://devilpenakut.com/prosesor-arm-buat-desktop"><![CDATA[<p>Udah lama ARM jadi perbincangan, apalagi sejak Apple pakai chip M-series dan hasilnya luar biasa. Tapi kenapa di dunia PC Windows, khususnya desktop tradisional (karena untuk laptop sudah ada), prosesor ARM belum dipakai secara luas? Padahal teori bilang ARM lebih hemat daya, lebih dingin, dan performanya makin lama makin gila. Nah, ini dia alasannya, plus apa yang sekarang lagi dikembangkan dan seberapa besar peluang ARM bakal masuk ke desktop Windows dalam waktu dekat.</p>

<h2 id="masalah-utama-kompatibilitas">Masalah Utama: Kompatibilitas</h2>

<p>Windows dibangun di atas fondasi x86—yang berarti hampir semua aplikasi dari dulu sampai sekarang dirancang buat jalan di arsitektur Intel/AMD. Ketika dipaksa jalan di ARM, aplikasinya harus diterjemahkan dulu (<em>emulasi</em>). Proses ini bikin performa drop, apalagi di aplikasi berat. Walaupun Microsoft udah bikin emulator yang makin bagus (termasuk untuk aplikasi x64), tetap aja belum bisa menyamai native speed-nya chip x86.</p>

<p>Ditambah lagi, ngga semua developer aplikasi bikin versi native untuk ARM. Banyak yang masih mengandalkan versi x86, dan akhirnya jalan lambat di ARM. Ini bikin pengalaman pengguna kadang frustrasi.</p>

<h2 id="driver-dan-perangkat-keras-masih-setengah-setengah">Driver dan Perangkat Keras: Masih Setengah-Setengah</h2>

<p>Masalah lain adalah driver. Di dunia Windows, driver itu segalanya. Sayangnya, sebagian besar driver printer, scanner, webcam, sampai mouse gaming, semuanya ditulis untuk x86. Di ARM, driver itu harus diporting ulang. Microsoft memang udah mulai dorong ekosistem ini, tapi faktanya, sampai sekarang masih banyak perangkat yang belum jalan 100% di Windows ARM, terutama untuk enterprise yang punya alat-alat custom.</p>

<h2 id="performanya-baru-sekarang-layak">Performanya Baru Sekarang “Layak”</h2>

<p>Awal-awal, chip ARM di Windows (kayak Snapdragon 835, 850, 8cx Gen 1) performanya ngga bisa ngelawan Intel/AMD. Bahkan untuk browsing dan Office aja kadang masih kerasa lambat kalau bukan aplikasi native. Tapi sekarang Qualcomm udah punya Snapdragon X Elite dengan core kustom “Oryon” dari Nuvia. Klaimnya sih bisa ngalahin Apple M3 dan laptop Intel generasi baru di banyak skenario. Kalau ini terbukti, ini bisa jadi game changer.</p>

<h2 id="ekosistem-masih-terlalu-x86-sentris">Ekosistem Masih Terlalu x86-Sentris</h2>

<p>Satu lagi, ini masalah klasik: developer malas porting aplikasi ke ARM karena penggunanya sedikit, dan pengguna malas beli PC ARM karena aplikasinya sedikit. Lingkaran setan.</p>

<p>Tapi sekarang kondisinya mulai berubah. Chrome udah ada versi ARM, Microsoft Office, Adobe, bahkan beberapa software editing dan AI juga mulai tersedia versi ARM64. Microsoft juga makin serius dukung ARM, bahkan bikin PC dev kit (Project Volterra), dan inisiatif baru “Copilot+ PC” justru dimulai dari ARM.</p>

<h2 id="terus-kenapa-intel--amd-belum-bikin-arm">Terus, Kenapa Intel / AMD Belum Bikin ARM?</h2>

<p>Jawaban simpelnya: karena bisnis mereka masih sangat kuat di x86. Intel dan AMD udah punya ekosistem besar, dan kalau mereka dorong ARM terlalu cepat, bisa aja malah makan bisnis mereka sendiri. Walaupun begitu, sekarang AMD kabarnya lagi ngembangin chip ARM buat Windows, dan bakal rilis paling cepat tahun 2025. Intel sih kelihatan belum tertarik masuk pasar ARM client, tapi mereka buka jalur produksi buat chip ARM dari pihak ketiga lewat Intel Foundry Services.</p>

<h2 id="pemain-lain-qualcomm-nvidia-mediatek">Pemain Lain: Qualcomm, NVIDIA, MediaTek</h2>

<p>Qualcomm telah menjadi mitra utama Microsoft sejak awal era Windows on ARM. Mereka terus konsisten mengembangkan chip khusus, mulai dari Snapdragon 8cx hingga yang terbaru: Snapdragon X Elite. Prosesor ini menggunakan inti kustom “Oryon” hasil akuisisi Nuvia. Qualcomm mengklaim bahwa Snapdragon X Elite menawarkan performa CPU hingga 2x lebih cepat dibandingkan pesaingnya dan efisiensi daya yang lebih baik.</p>

<p>Sementara itu, NVIDIA juga tidak mau ketinggalan. Mereka sedang mengembangkan prosesor ARM untuk Windows yang dijadwalkan rilis pada kuartal keempat 2025. Chip ini, yang diberi nama N1X, akan menjadi SoC ARM pertama NVIDIA untuk pasar PC Windows dan diharapkan menyasar segmen konsumen kelas atas, termasuk laptop dan desktop berukuran kecil.</p>

<p>MediaTek, yang biasanya bermain di segmen smartphone kelas menengah, juga masuk ke arena ini. Mereka sedang mengembangkan chip ARM khusus untuk Windows, dengan fokus pada laptop yang tipis, ringan, dan terjangkau. Produk pertama mereka diperkirakan akan diluncurkan pada paruh kedua 2025. Chip ini dirancang untuk mendukung aplikasi AI canggih dan diharapkan memenuhi persyaratan minimum Microsoft untuk program Copilot+.</p>

<h2 id="microsoft-udah-siap">Microsoft Udah Siap?</h2>

<p>Bisa dibilang iya. Microsoft makin terbuka dan agresif dorong ARM. Mereka tahu masa depan PC itu bakal hybrid: x86 dan ARM bisa jalan bareng, saling isi kekosongan. Apalagi sekarang mereka dorong “Copilot+ PC”—konsep laptop canggih yang bisa jalankan AI secara lokal—dan semua itu dimulai dari ARM (Snapdragon X Elite).</p>

<p>Kalau rencana ini lancar, tahun 2025 bisa jadi tahun di mana ARM beneran mulai masuk ke Windows secara luas. Dan bukan cuma di laptop ringan, tapi bisa sampai ke desktop juga.</p>

<h2 id="kesimpulan">Kesimpulan</h2>

<p>ARM belum masuk ke Windows desktop karena kombinasi sejarah panjang x86, masalah kompatibilitas, driver, dan performa yang dulunya belum cukup. Tapi sekarang peta udah berubah. Ekosistem mulai terbentuk, chip ARM makin kencang, dan Microsoft udah kasih lampu hijau.</p>

<p>Kalau semua jalan sesuai rencana, kita bakal lihat desktop Windows berbasis ARM bukan cuma jadi “eksperimen”, tapi jadi pilihan nyata buat user yang butuh efisiensi tinggi, performa AI lokal, dan baterai tahan seharian.</p>

<p><strong>Catatan Sumber:</strong></p>

<ul>
  <li>
    <p>Qualcomm &amp; Snapdragon X Elite: <a href="https://www.theregister.com/2024/03/19/microsoft_snapdragon_pc/">The Register</a></p>
  </li>
  <li>
    <p>AMD &amp; NVIDIA Rencana ARM: <a href="https://www.reuters.com/technology/amd-nvidia-arm-windows-pcs-2024/">Reuters</a></p>
  </li>
  <li>
    <p>Microsoft Copilot+ PC &amp; Dukungan ARM: [Microsoft Build 2024 keynote]</p>
  </li>
  <li>
    <p>Kendala Kompatibilitas &amp; Driver: <a href="https://learn.microsoft.com/">Windows Official Documentation</a></p>
  </li>
  <li>
    <p>Sejarah Windows RT dan Windows on ARM: [ArsTechnica, The Verge, Microsoft Docs]</p>
  </li>
</ul>]]></content><author><name></name></author><category term="opini" /><category term="windows" /><summary type="html"><![CDATA[Udah lama ARM jadi perbincangan, apalagi sejak Apple pakai chip M-series dan hasilnya luar biasa. Tapi kenapa di dunia PC Windows, khususnya desktop tradisional (karena untuk laptop sudah ada), prosesor ARM belum dipakai secara luas? Padahal teori bilang ARM lebih hemat daya, lebih dingin, dan performanya makin lama makin gila. Nah, ini dia alasannya, plus apa yang sekarang lagi dikembangkan dan seberapa besar peluang ARM bakal masuk ke desktop Windows dalam waktu dekat.]]></summary></entry><entry><title type="html">Oppo Find N5: Foldable Paling Tipis Saat Ini, Samsung Mau Diem Aja?</title><link href="https://devilpenakut.com/oppo-find-n5-foldable-paling-tipis-saat-ini-samsung-mau-diem-aja" rel="alternate" type="text/html" title="Oppo Find N5: Foldable Paling Tipis Saat Ini, Samsung Mau Diem Aja?" /><published>2025-02-21T04:57:53+00:00</published><updated>2025-02-21T04:57:53+00:00</updated><id>https://devilpenakut.com/oppo-find-n5-foldable-paling-tipis-saat-ini-samsung-mau-diem-aja</id><content type="html" xml:base="https://devilpenakut.com/oppo-find-n5-foldable-paling-tipis-saat-ini-samsung-mau-diem-aja"><![CDATA[<p>Oppo resmi meluncurkan Find N5, foldable tertipis di dunia dengan ketebalan hanya 8.93mm saat dilipat dan 4.21mm saat dibuka. Ini bukan sekadar tipis, tapi juga membawa berbagai peningkatan yang bikin para pesaingnya ketar-ketir. Sayangnya, seperti biasa, ponsel ini ngga masuk pasar AS karena disana seri Find N dijual dengan nama Oneplus Open, yang sebelumnya uda <a href="https://community.oneplus.com/thread/1652471315484901379">bilang ngga akan keluar versi baru ditahun 2025.</a></p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/oppo-find-n5-foldable-paling-tipis-saat-ini-samsung-mau-diem-1.webp" alt="" /></p>

<p>Yang bikin Find N5 menarik bukan cuma dimensinya yang super slim. Oppo juga berhasil menyematkan baterai besar 5.600mAh dan pengisian daya nirkabel 50W dengan teknologi baru yang lebih efisien. Performanya juga ngebut dengan chipset Snapdragon 8 Elite, yang bikin multitasking dan gaming makin mulus.</p>

<p>Hinge-nya terbuat dari Grade 5 Titanium Alloy yang lebih kuat tapi tetap ringan. Oppo bahkan memamerkan kekuatannya dengan mengangkat dumbbell 20kg! Selain itu, ponsel ini juga punya sertifikasi IPX9, yang berarti bisa tahan air lebih baik dibandingkan foldable lain.</p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/oppo-find-n5-foldable-paling-tipis-saat-ini-samsung-mau-diem-2.webp" alt="Find N5's Titanium Flexion Hinge is 36% more rigid despite being 26% smaller" /></p>

<p>Dari segi kamera, Oppo menyertakan sensor utama 50MP dengan telefoto periskop yang punya kemampuan telemakro. Meski ada beberapa downgrade di lensa ultra-wide dibanding pendahulunya, hasil fotonya tetap bisa diandalkan.</p>

<p>Satu fitur menarik lainnya adalah integrasi dengan Mac. Find N5 bisa terhubung ke Mac untuk berbagi file secara seamless dan bahkan bisa digunakan sebagai remote control menggunakan aplikasi O+ Connect.</p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/oppo-find-n5-foldable-paling-tipis-saat-ini-samsung-mau-diem-3.png" alt="" /></p>

<p>Secara keseluruhan, Find N5 bukan cuma soal ketipisan, tapi juga bagaimana Oppo berhasil mengemas inovasi di dalam desain yang lebih ramping. Dengan harga sekitar SGD2,499 (tanpa promo) yang kalau di Indonesiakan sekitar IDR29-30Juta, ini bisa jadi pilihan menarik buat yang mencari foldable dengan desain premium, performa tinggi, dan fitur unik.</p>

<p><a href="/#arsip">#oppo-find-n5</a> <a href="/#arsip">#oppo-find</a></p>]]></content><author><name></name></author><category term="review" /><category term="smartphone" /><category term="android" /><summary type="html"><![CDATA[Oppo resmi meluncurkan Find N5, foldable tertipis di dunia dengan ketebalan hanya 8.93mm saat dilipat dan 4.21mm saat dibuka. Ini bukan sekadar tipis, tapi juga membawa berbagai peningkatan yang bikin para pesaingnya ketar-ketir. Sayangnya, seperti biasa, ponsel ini ngga masuk pasar AS karena disana seri Find N dijual dengan nama Oneplus Open, yang sebelumnya uda bilang ngga akan keluar versi baru ditahun 2025.]]></summary></entry><entry><title type="html">Kenapa ASUS Zenbook A14 UX3407 ini sangat menarik</title><link href="https://devilpenakut.com/asus-zenbook-a14-ux3407" rel="alternate" type="text/html" title="Kenapa ASUS Zenbook A14 UX3407 ini sangat menarik" /><published>2025-02-12T10:25:49+00:00</published><updated>2025-02-12T10:25:49+00:00</updated><id>https://devilpenakut.com/asus-zenbook-a14-ux3407</id><content type="html" xml:base="https://devilpenakut.com/asus-zenbook-a14-ux3407"><![CDATA[<p>Saya sebenarnya tidak sedang mencari laptop baru, tapi ingin berbagi tentang ASUS Zenbook A14 UX3407 yang menurut saya sangat menarik. Laptop ini punya banyak fitur keren yang layak untuk dipertimbangkan. Berikut beberapa alasan kenapa laptop ini begitu istimewa.</p>

<p>Yang pertama, ini laptop enteng banget. Cuma di bawah 1 kg! Padahal ini laptop 14 inch loh. ASUS pake material Ceraluminum yang lebih ringan dari aluminium biasa tapi tetap kuat. Perfect banget buat yang sering mobile kayak saya yang tiap hari bawa laptop kemana-mana.</p>

<p>Terus soal performa, ini laptop pake Snapdragon X Series yang baru, berbasis ARM. Performanya sangat kompetitif dengan prosesor Intel terbaru di kelasnya. Yang bikin tambah wow, RAM-nya bisa sampai 32GB LPDDR5x dan storage SSD PCIe Gen 4 sampe 1TB. Bayangin aja multitasking sambil render video, pasti mulus.</p>

<p>Layarnya juga oke. Panel 14 inch dengan resolusi 1920 x 1200, plus brightness sampe 400 nits. Warnanya akurat dengan 100% sRGB, cocok buat yang sering edit foto atau video. Response time 0.2ms itu cepet banget, jadi ngga bakal nemu ghosting atau blur waktu nonton atau main game ringan.</p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/asus-zenbook-a14-ux3407-1.png" alt="" /></p>

<p>Nah yang bikin makin tertarik itu baterainya. ASUS klaim bisa tahan sampe 32 jam untuk pemutaran video! Walau dalam real life pasti ngga sampe segitu, tapi dengan kapasitas 70Wh harusnya bisa tahan seharian penuh lah ya. Perfect buat yang sering kerja di café atau meeting di luar. Karena pakai processor ARM itu.</p>

<p>Konektivitas juga up to date banget. Udah support WiFi 6E yang lebih stabil dari WiFi 6, plus Bluetooth 5.3. Cocok buat yang butuh koneksi stabil dan cepet buat kerja.</p>

<p>Dari sisi pendinginan, ASUS pake heat pipe sama kipas aluminium yang ringan. Ini penting sih buat jaga performa tetep konsisten pas lagi kerja berat. Apalagi laptop setipis ini butuh sistem pendingin yang efisien.</p>

<p>Soal harga, di US mulai dari Rp14.459.000 buat yang basic spec. Menurut saya ini worth it sih mengingat spek dan build quality-nya. Ada dua pilihan warna, Zabriskie Beige sama Iceland Gray yang dua-duanya elegan.</p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/asus-zenbook-a14-ux3407-2.png" alt="" /></p>

<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/f_auto,q_auto,c_limit,w_1400/devilpenakut/asus-zenbook-a14-ux3407-3.png" alt="Iceland Gray" /></p>

<p>Yang bikin saya mikir-mikir cuma satu sih: ini laptop pake Snapdragon, bukan Intel atau AMD. Walaupun katanya performanya kenceng kaya yang dipakai Apple dengan Seri M-nya, tapi tetep aja masih ada kekhawatiran soal kompatibilitas software. Tapi kayaknya dengan Windows yang udah makin mateng buat ARM, harusnya ngga masalah-masalah amat.</p>

<p>Oh iya, satu hal lagi yang bikin saya tertarik adalah fitur AI-nya. Laptop ini punya Qualcomm Hexagon NPU dengan performa sampai 45 TOPS. Artinya bisa jalanin aplikasi AI kayak Live Caption atau Windows Studio Effects dengan mulus. Plus ada ASUS Copilot+ PC yang bisa bantu otomasi berbagai tugas.</p>

<p>Terus soal build quality, laptop ini udah dapat sertifikasi MIL-STD 810H. Artinya udah diuji tahan suhu ekstrem, guncangan, dan getaran. Jadi ngga perlu khawatir kalau laptop kebanting dikit atau kena gerimis waktu dibawa.</p>

<p>Link pembelian:</p>

<p><a href="https://s.blibli.com/GNtk/dinikqgt">Blibli</a></p>

<p><a href="https://s.shopee.co.id/3VVM6ttGiZ">Shopee</a></p>

<hr />

<p>Gimana menurut kalian? Ada yang udah pernah nyoba atau punya laptop ARM? Share pengalaman kalian di kolom komentar ya!</p>

<p><a href="/#arsip">#asus-zenbook-a14</a> <a href="/#arsip">#zenbook</a> <a href="/#arsip">#asus</a></p>]]></content><author><name></name></author><category term="review" /><category term="laptop" /><category term="windows" /><summary type="html"><![CDATA[Saya sebenarnya tidak sedang mencari laptop baru, tapi ingin berbagi tentang ASUS Zenbook A14 UX3407 yang menurut saya sangat menarik. Laptop ini punya banyak fitur keren yang layak untuk dipertimbangkan. Berikut beberapa alasan kenapa laptop ini begitu istimewa.]]></summary></entry><entry><title type="html">Bingung Pilih Samsung Fold6 atau Vivo X200 Pro?</title><link href="https://devilpenakut.com/fold6-atau-vivo-x200-pro" rel="alternate" type="text/html" title="Bingung Pilih Samsung Fold6 atau Vivo X200 Pro?" /><published>2025-02-11T03:57:22+00:00</published><updated>2025-02-11T03:57:22+00:00</updated><id>https://devilpenakut.com/fold6-atau-vivo-x200-pro</id><content type="html" xml:base="https://devilpenakut.com/fold6-atau-vivo-x200-pro"><![CDATA[<p>Lagi galau nih. Sudah siap buat upgrade smartphone dan sekarang bingung antara Samsung Galaxy Z Fold6 atau Vivo X200 Pro. Keduanya flagship yang bagus, tapi punya kelebihan masing-masing yang bikin makin bingung buat pilih. Apalagi harganya mirip, jadi bener-bener harus dipertimbangkan matang-matang.</p>

<p>Samsung Galaxy Z Fold6 jelas menarik karena layar lipatnya. Sebelumnya <strong>belum pernah</strong> pakai hp lipat, dan penasaran sama pengalaman pake layar yang bisa jadi tablet. Apalagi layar luarnya sekarang sudah 6,3 inci, lebih lega dari Fold5 yang hanya 6,2 inci. Kalau dibuka jadi 7,6 inci, enak banget buat kerja atau nonton. Tapi jujur agak khawatir sama durabilitas layar lipatnya, walaupun Samsung klaim udah lebih kuat dari generasi sebelumnya.</p>

<p>Tapi yang bikin mikir di Fold6 ini ya harganya. Vivo X200 Pro dibanderol sekitar Rp17.999.000 untuk varian 16GB/512GB, sedangkan harga Fold6 diatas Rp20.000.000. Padahal dari sisi prosesor, keduanya berbeda: Fold6 pakai Snapdragon 8 Gen 3, sementara X200 Pro ditenagai MediaTek Dimensity 9400. RAM di keduanya sama-sama 16GB dengan pilihan penyimpanan 256GB/512GB/1TB untuk Fold6, sementara X200 Pro hanya tersedia dalam varian 512GB.</p>

<p>Kalau dari sisi kamera, X200 Pro unggul dengan sensor utama 50 MP Sony LYT-818 yang berukuran 1/1.28 inci. Selain itu, ada kamera telefoto periskop 200 MP ZEISS APO dengan zoom optik 3,7x, bikin pengalaman zoom makin cakep. Sedangkan Fold6 masih menggunakan sensor yang mirip dengan Fold5. Namun, untuk hasil foto sehari-hari, dua-duanya tetap bisa diandalkan.</p>

<p>Baterai jadi pertimbangan juga. X200 Pro punya kapasitas 6.000mAh dengan charging 90W dan wireless charging 30W. Sedangkan Fold6 hanya 4.500mAh dengan charging 45W.</p>

<p>Dari sisi software, Samsung unggul disini. One UI di Samsung sudah mature dan optimal untuk layar lipat. Sedangkan Funtouch di X200 Pro masih dirasa standar untuk urusan UI.  Keduanya juga menjanjikan update Android lama, namun Samsung unggul hingga 7 tahun sedang Vivo 4 tahun.</p>

<p>Build quality juga nggak kalah penting. X200 Pro pakai frame titanium yang lebih tahan banting, sementara Fold6 menggunakan Armor Aluminum yang sudah terbukti kuat. Keduanya punya sertifikasi IP68 water-resistant, tapi Fold6 punya mekanisme khusus buat melindungi layar lipatnya dari air.</p>

<p>Sekarang jadi mikir, worth it nggak ya keluar duit lebih buat Fold6? Pengen nyobain hp lipat, tapi nggak tahu bakal kepake maksimal atau nggak. Sedangkan X200 Pro lebih aman karena form factor-nya sudah terbukti nyaman digunakan sehari-hari, plus kameranya lebih bagus dan baterainya lebih tahan lama.</p>

<p>Yang bikin tambah bingung, saya sering main game di hp. Fold6 kayaknya enak banget buat main game karena layarnya gede. Tapi X200 Pro performanya lebih konsisten dan nggak ada beban buat ngerasa kalau layarnya bisa rusak.</p>

<p>Atau mungkin mending tunggu Honor Magic V3 aja ya sebentar lagi? Tapi kan gitu terus ujung-ujungnya nggak beli-beli. Lagian Magic V3 pasti bakal lebih mahal lagi. Dan hp yang sekarang udah menyerah baterainya, kayaknya perlu upgrade dalam waktu dekat deh.</p>

<p>Ada yang punya pengalaman pakai salah satu? Atau mungkin punya saran? Share di komentar ya, siapa tahu bisa bantu nih. Terutama buat yang udah pernah pake hp lipat, worth it nggak sih buat daily driver?</p>]]></content><author><name></name></author><category term="opini" /><category term="smartphone" /><category term="samsung" /><summary type="html"><![CDATA[Lagi galau nih. Sudah siap buat upgrade smartphone dan sekarang bingung antara Samsung Galaxy Z Fold6 atau Vivo X200 Pro. Keduanya flagship yang bagus, tapi punya kelebihan masing-masing yang bikin makin bingung buat pilih. Apalagi harganya mirip, jadi bener-bener harus dipertimbangkan matang-matang.]]></summary></entry><entry><title type="html">Tren dan Perubahan Industri Streaming 2025: Apa yang Perlu Kita Ketahui?</title><link href="https://devilpenakut.com/streaming-2025" rel="alternate" type="text/html" title="Tren dan Perubahan Industri Streaming 2025: Apa yang Perlu Kita Ketahui?" /><published>2024-12-28T13:44:14+00:00</published><updated>2024-12-28T13:44:14+00:00</updated><id>https://devilpenakut.com/streaming-2025</id><content type="html" xml:base="https://devilpenakut.com/streaming-2025"><![CDATA[<p>Industri streaming terus mengalami perubahan besar sepanjang tahun 2024. Perubahan ini membawa dampak penting bagi cara kita menonton konten digital dan bagaimana industri hiburan berkembang. Lalu bagaimana dengan 2025?</p>

<h2 id="perubahan-besar-dalam-industri">Perubahan Besar dalam Industri</h2>

<p>Salah satu perubahan terpenting adalah keputusan Netflix untuk tidak lagi membagikan informasi jumlah pelanggannya kepada publik. Hal ini membuat platform streaming lain mengikuti langkah yang sama. Akibatnya, sekarang lebih sulit untuk mengetahui seberapa sukses sebenarnya sebuah layanan streaming.</p>

<p>Iklan juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari layanan streaming. Netflix, yang dulu terkenal bebas iklan, sekarang menawarkan paket berlangganan dengan iklan. Perubahan ini terjadi karena platform streaming perlu mencari cara baru untuk menghasilkan uang dan menutupi biaya pembuatan konten yang semakin mahal.</p>

<h2 id="harga-dan-konten">Harga dan Konten</h2>

<p>Harga berlangganan layanan streaming telah naik cukup tinggi dibanding beberapa tahun lalu. Kenaikan ini terjadi karena biaya pembuatan film dan acara TV yang semakin mahal, juga karena tekanan dari investor agar platform streaming menghasilkan lebih banyak keuntungan.</p>

<p>Meski biaya pembuatan konten masih tinggi, platform streaming mulai lebih hati-hati dalam membelanjakan uang mereka. Mereka harus pintar memilih konten mana yang akan diproduksi agar tetap menguntungkan.</p>

<h2 id="bagaimana-dengan-platform-streaming-besar">Bagaimana dengan Platform Streaming Besar?</h2>

<p><strong>Netflix</strong> tetap menjadi pemimpin dalam industri streaming. Mereka mulai merambah ke dunia olahraga dengan menayangkan WWE Raw dan NFL. Namun, mereka masih menghadapi tantangan teknis, seperti yang terjadi saat menayangkan pertandingan tinju Jake Paul melawan Mike Tyson.</p>

<p><strong>Disney+</strong> mencoba strategi baru dengan menggabungkan konten dari Hulu dan ESPN+ ke dalam platformnya. Meskipun ide ini bagus, pertumbuhan jumlah pelanggan mereka tidak secepat yang diharapkan.</p>

<p><strong>Amazon Prime Video</strong> berhasil mendapatkan hak siar NBA dan WNBA untuk 11 tahun ke depan. Mereka juga sukses dengan serial “Fallout” yang diadaptasi dari permainan video.</p>

<p><strong>Apple TV+</strong> fokus pada pembuatan konten berkualitas tinggi. Serial “Presumed Innocent” menjadi salah satu kesuksesan mereka di tahun 2024.</p>

<h2 id="apa-yang-akan-terjadi-di-2025">Apa yang Akan Terjadi di 2025?</h2>

<p>Tahun 2025 akan membawa lebih banyak perubahan dalam industri streaming. <strong>Beberapa platform streaming kemungkinan akan bergabung menjadi satu untuk bertahan dalam persaingan</strong>. Platform yang lebih kecil mungkin akan dibeli oleh perusahaan yang lebih besar.</p>

<p><strong>Konten olahraga langsung akan menjadi semakin penting</strong>. Platform streaming akan berlomba-lomba mendapatkan hak siar pertandingan olahraga populer untuk menarik lebih banyak pelanggan.</p>

<p><strong>Model berlangganan dengan iklan akan semakin umum</strong>. Platform streaming akan terus mencari cara untuk menghasilkan uang sambil tetap menawarkan harga yang terjangkau bagi pelanggan.</p>

<h2 id="masa-depan-streaming">Masa Depan Streaming</h2>

<p>Industri streaming sedang memasuki fase yang lebih dewasa. Platform streaming harus pintar dalam mengelola pengeluaran sambil tetap menghasilkan konten yang menarik. Mereka juga harus terus mengembangkan teknologi mereka agar bisa memberikan pengalaman menonton yang lebih baik.</p>

<p>Kesuksesan di tahun 2025 akan ditentukan oleh kemampuan platform streaming dalam menyeimbangkan tiga hal: menghasilkan keuntungan, membuat konten berkualitas, dan memberikan layanan yang baik kepada pelanggan. Platform yang bisa melakukan ketiga hal ini dengan baik akan menjadi pemenang dalam persaingan industri streaming.</p>]]></content><author><name></name></author><category term="berita" /><category term="streaming" /><category term="netflix" /><summary type="html"><![CDATA[Industri streaming terus mengalami perubahan besar sepanjang tahun 2024. Perubahan ini membawa dampak penting bagi cara kita menonton konten digital dan bagaimana industri hiburan berkembang. Lalu bagaimana dengan 2025?]]></summary></entry></feed>