Mengejar Dua Raksasa
Daftar isi

Perjalanan Atletico Madrid di FM 2013 (Bagian 1)
Sebuah Kisah Awal
Okay. Saat ini kisah ini sudah beranjak ke tahun 2019. Jauh dari awal perjalanan dari tahun 2012. Karenanya perlu buat saya menceritakan bagaimana perjalanan At. Madrid sampai dengan saat ini.
2012-2013
Awal perjalanan di At. Madrid. Saya, devilpenakut, direkrut pada tanggal 2 Juli 2012 menggantikan Diego Simeone.

Bye-bye
At. Madrid saat itu sebenarnya cukup kuat dengan bintangnya Falcao. Dengan target hanya lolos ke Champions League,cukup mudah, sehingga itu yang membuat saya bertahan lama.

At. Madrid 2013
Dengan transfer yang terbatas pada awal nya saya hanya memasukkan beberapa pemain, dengan yang cukup bagus adalah Andreas Cornelius dari Kobenhavn dengan harga EUR 1,6 juta.

Adreas Cornelius
Berikut transfer yang saya lakukan di awal perjalanan saya.

Transfer 2012/2013
Hasilnya tidak begitu bagus. Peringkat ke 3 di liga dibawah Barcelona dan Real Madrid dan gagal di European Super Cup. Namun tetap karena memenuhi target lolos ke Champions League maka saya diperpanjang kontrak selama 4 tahun. Yeah.

Best Eleven 2012-2013 *Falcao cukup super bukan?
2013-2014
Masuk ke musim kedua, target masih sama, dengan uang transfer yang masih sedikit maka saya menyiasati dengan meminjam beberapa pemain yang sekiranya tidak dibutuhkan di klub besar berikut.

Obi

Fabio

Milner

Javi Garcia
Dan yang cukup menunjang di musim 13/14 ini adalah dua pemain gaek yang masih bertaji

Lampard

Pirlo
Lampard didapatkan gratis karena habis kontrak, dan pirlo hanya EUR 500 rb. Murah. Secara total musim 13/14 surplus karena bisa menjual Filipe sebesar UER 6 juta.

Transfer 13/14
Hasilnya? Bisa naik ke peringkat 2 dibawah Barcelona.

Best Eleven 13/14 *Falcao masih gila
2014-2015
Musim ketiga, target, sama. Jenuh? ngga. Karena masih belum berhasil mengalahkan kedigdayaan Real Madrid dan Bercelona.
Karena berhemat dimusim sebelumnya maka musim 14/15 ini sedikit ada uang untuk melakukan pembelian . Pertahanan menjadi fokus pembenahan, maka saya merekrut Zapata dengan transfer cukup mahal EUR 9,5 juta.

Zapata
Lalu ada dua pemain bagus yang didapat secara gratis yaitu Andrea Poli dan Jordy Clasie

Poli

Clasie
Dan sisanya ada pemain regen yang cukup lumayan.Musim 14/15 menghabiskan EUR 12,5 juta, tanpa ada penjualan karena semua penjualan dikuasai pembuangan pemain-pemain B dan C.

Transfer 14/15
Hasil akhir musim tidak menggembirakan, kembali ke peringkat 3. Lagi-lagi di bawah Real Madrid dan Barcelona. Namun tetap, lolos ke Champions League. Aman…

Best Eleven 14/15
2015/2016
Musim yang cukup menantang bagaimana cara mengembalikan ke peringkat di liga dan mengalahkan dua klub besar yang selalu membayangi. Dengan lagi-lagi meningkatnya keuangan klub maka pertahanan menjadi fokus kembali, kali ini defender left, melihat Insua yang tidak bagus disisi kiri.

Not good Insua.
Melihat beberapa kemungkinan yang ada, maka saya merekrut Ben Davies dari Swansea sebesar EUR 10,25 juta

Davies
Selain itu untuk menambah daya gedor saya juga membeli Felipe Gutierrez dari Twente sebesar EUR 16 juta

Gutierrez

Transfer 15/16
Hasilnya cukup bagus, peringkat 2 diliga dibawah Real Madrid dan menjadi runner up di Europa League. Kejutan lain hilangnya Barcelona dari tiga besar, dikalahkan oleh Valencia.Mungkin dikarenakan kurang aktifnya mereka di bursa transfer dimana ketika musim itu hanya mengeluarkan 20 jt dibanding tahun sebelum dan sesudahnya yang diatas 50 jt.

Best Eleven 15/16 *Falcao tenggelam juga
Di musim ini saya melakukan perubahan formasi yang dipakai. Saya tidak lagi menggunakan dua striker namun hanya satu, untuk memperkuat pertahanan maka saya menempatkan DM di belakang pemain tengah.
Terlihat di sini Cornelius mulai menampakkan batang hidungnya sedang Poli dan Clasie menjadi pemain sangat menguntungkan karena didapat secara gratis. Kemana Falcao? pada musim ini dia cidera “torn calf muscle” selama 3 bulan di tengah kompetisi sehingga posisinya kalah dengan Cornelius walau masih bisa mencetak gol lebih banyak.
Dan kejutan lainnya adalah… eng.ing.eng….

Zuingggggggg
Ternyata At. Madrid tercinta ini di takeover sama Linas Kazlauskas (namanya aja susah) sebagai chairman baru yang tajirnya ampun-ampun. Langsung untuk musim depan dikasi duit belanja UER 276 juta!!! etdah! Dan ini merubah nasib At. Madrid di musim-musim berikut.
2016-2017
Tahun baru dengan uang yang sangat banyak. Target? jelas beda (enak aja cuma mau lolos liga champion). Tahun ini target langsung naik menjadi juara liga. Yup. Target paling tinggi dari sebuah tim, et, satu lagi, karena dikasi banyak uang harus ada “high profile signing” yang bahasa sansekerta-nya adalah pemain mahal.
Oke, karena sisi pertahanan dirasa paling membutuhkan suntikan, maka saya merekrut tiga pemain bertahan. Kurt Zouma (DC, EUR 33 juta), Sebastian Jung (DR, 19 juta), dan pemain regen Charles Ackon (DC, 20 juta)

Zouma

Jung
Rekutan lainnya ada mempertajam serangan dengan merekrut Lars Stindl (M/AM R, 17.75 juta) dan regen Julian Olave (ST, 15.25 juta)

Stindl
Perekrutan sukses tanpa mengeluarkan biaya yang mahal (gratis) adalah Stegen (free), Niang (3 juta), dan Ben Khalifa (free)

Stegen

Niang

Khalifa
Total saya belanja 116 Juta dari 276 juta yang dianggarkan, dan itu saya anggap cukup (atau terlalu berlebih. hehe)

Transfer 16/17
Tapi uang memang tidak bisa menghasilkan tim yang instan bisa langsung oke dilapangan.Peringkat akhir malah menjadi kan At. Madrid di peringkat 3 dibelakang Real Madrid dan Barcelona. Kembali tanpa gelar. Untungnya pemilik baru si Kazlauzzzz ini baek hati, walau peringkat 3 namun dia bilang “tidak apa-apa, tapi tahun depan harus juara ya”. Siap bos!

Best Eleven 16/17 *Falcao kembali bertaji tp bersaing sama Olave
Tahun 16/17 kembali ke dua penyerang lagi untuk memadukan antara Falcao dan Olave yang merupakan rekrutan anyar. Tahun ini terlihat rekrutan anyar langsung menjadi pemain inti, seperti Stegen, Jung, Zouma, Stindl, dan Olave. Walau terjadi penurunan posisi namun saya menganggap positif hal ini karena menunjukkan progres yang bagus.
2017/2018
Tahun kedua setelah bapak Kazlauzzzz menjadi chairman di At. Madrid. Sadar diri, seperti Abramovich tentunya uang yang uda dikeluarkan tidak terbuang kecewa. Karenanya target tetap menjadi juara La Liga.
Tidak bosan-bosannya saya menambal pasukan pertahanan. Ada tiga pemain yang saya bawa untuk musim 17/18 ini. Bruno Martins Indi (D L/C 27 juta), Sebastian Corchia (DR 39.5 juta) dan regen Guido Magro (DC 33 juta)

Indi

Corchia
Lalu selanjutnya ada dua perekrutan gratis yang nantinya menjadi pemain inti di tengah yaitu Martinez dan Lars Bender

Tomas Martinez

Lars Bender
Dan.. karena harus ada high profile maka saya menarik Isco (AMC/L 95 juta). Sangat mahal. Tapi sesuai dengan apa yang akan dia lakukan.

Isco
Total di musim 17/18 saya mengeluarkan uang 195 juta walau diberi hampir 250 juta, tetap saya sisakan, siapa tau tuan Kazlauz mau beli yact. hehe.
Oh iya penjualan tidak terlalu menghasilkan uang, cuma 13 juta saja. Saya memang bukan negotiator yang baik.

Transfer 17/18
Dengan pembelian dua musim terakhir, saya rasa inilah saatnya At. Madrid merasakan juara. Dan benar itu terjadi. Yeah!
Dua gelar langsung dipersembahkan buat At Madrid. Juara La Liga dan Spanish Cup.

Hanya ilustrasi.*karena saya tidak ada disitu
Untuk pemain yang cukup dominan adalah Kurt Zouma, defender yang dibeli tahun sebelumnya. Kokohnya pertahanan membuat puasa gelar itu akhirnya selesai.Terlihat disini dua pemain yang didapat gratis berhasil menjadi pemain inti yaitu Bender dan Martinez. Kemana Isco? dia cukup bagus, tapi masalah konsistensi masih menjadi masalah di awal musim. Sehingga dia tersisih.

Best Eleven 17/18 *Olave menjadi bomber tercinta baru
2018/2019
Musim selanjutnya setelah mendapatkan gelar lokal. Saatnya mengincar Champion League. Bisa?
Untuk mewujudkan hal itu perlu tambahan skuat lagi. Apalagi si bos ini masih mewajibkan membeli pemain bintang untuk tim nya. Pertahanan dirasa sudah cukup kuat, maka difokuskan pada penyerangan. Maka saya menambah dua pemain tengah yaitu James Rodriguez (ML 31 juta) dan Thiago (AM/M C 53 juta). Sedang karena untuk melapis di DR saya rekrut wonderkid regen Paolo Platter 40 juta.

Rodriguez

Thiago
Sisanya adalah pemain-pemain muda yang saya anggap potensial (selalu saya ganti nicknya dengan tambahan POT).

Transfer 18/19
Total belanja ada 126 juta dengan pemasukan 30.5 juta yang terbanyak merupakan dari penjualan Cornellius, sayang sebenarnya menjual dia namun karena dia sudah ingin dijual untuk mendapatkan kesempatan bermain (kalah dengan Olave, Niang dan opa Falcao). Satu lagi dari Sebastian Jung 10.25 juta yang gagal bersinar kalah oleh Corchia.
Di Akhir musim, luar biasa, target terpenuhi. Selain juara La Liga kembali juga mendapatkan juara Champions League. Hore!

bosss kita dapet piala iniiii

Best Eleven 18/19
Inilah pemain inti dari musim 18/19 disini terlihat Isco sudah menunjukkan konsistensinya. Ingat Bender dan Poli? Lihat bagaimana kontribusinya mengalahkan Thiago (masih angin-anginan, sepertinya penyakit musim pertama). Olave dan Niang menjadi dua ujung tombak yang lumayan subur. Zouma semakin mantab dibelakang dibantu regen Magro yang masih muda tapi tidak mau kalah dan suka mencetak gol dari proses tendangan sudut. 13 gol dari pemain belakang, sangat bagus.
Sudah selesai?
Yup, review musim 2012 s/d 2019 sudah selesai. Sukses di dua musim dengan dua kali mengalahkan dua raksasa (Real Madrid dan Barcelona) di La Liga cukup menyenangkan. Namun hal itu membawa tantangan selanjutnya untuk bisa menguasai sepakbola spanyol sampai menjadi legenda. Namun bukan lagi mengejar dua raksasa, namun menjadi satu-satunya raksasa.
Bagian satu dari kisah ini sudah selesai, tunggu kisah selanjutnya di musim yang baru. Karena tulisan ini dimulai masih diawal musim 19/20 mungkin saya bisa membawa anda lebih detail dari satu pertandingan ke pertandingan. Doakan selalu diberi kekuatan dan kesehatan untuk meneruskan kisah ini, begitu pula Anda yang luar biasa sanggup membaca kisah panjang ini.
bersambung…