Uang Bukan yang Utama
Daftar isi

http://www.soccerticketsonline.com/
Perjalanan Atletico Madrid di FM 2013 (Bagian 2)
Menyambung kisah sebelumnya, kali ini saya akan menceritakan perjalanan Atletico Madrid di FM 2013 setelah tahun 2019, setelah datangnya pemilik fulus yang tiada habisnya untuk menambah pundi-pundi uang di At. Madrid.
Transfer
Dengan pembelian yang cukup banyak dimusim-musim sebelumnya, maka untuk musim ini saya rasa skuat sudah cukup kuat untuk bersaing kembali baik di lokal maupun di eropa. Walau dengan budget tetap besar, sekitar EUR 90 juta, saya hanya membeli 3 pemain muda yang saya atau scout anggap potensial untuk mendapatkan keuntungan atau keberuntungan jika benar-benar menjadi pemain bagus.
Namun, kebijakan transfer yang saya ambil ini ternyata mendapatkan tantangan diparuh awal musim (perjalanan akan saya ceritakan kemudian) sehingga pada akhirnya harus menambal satu pemain yang mahal di (lagi-lagi) sektor belakang.Nunes (51 juta) seorang regen yang merupakan pemain CD yang secara atribut yang sangat ideal sebagai CD (Heading, Marking, Tackling, Positioning, Jumping)

Nunes
Lalu di paruh musim juga ada kejutan dengan dua pemain yang saya jagakan untuk menjadi backup meminta untuk dijual karena kurang mendapat kesempatan untuk bermain, yaitu Ackon (CD) dan Martinez (AMC). Saya tidak pernah untuk menahan pemain jika pemain itu ingin pergi maka saya relakan untuk dua pemain itu masuk daftar Transfer List. Akhirnya Tomas Martinez berpindah ke Man City dengan transfer 22 juta, keuntungan bagi klub karena sebelumnya didapatkan dengan gratis.
Pemain keluar lainnya adalah Cabrera (CD) dan Kana-Biyik (CD) dua defender yang selain sudah tua juga performa yang tidak bagus.
Total transfer At. Madrid musim 19/20 ini dengan mengeluarkan 61 juta dan mendapatkan 30.5 juta. Lumayan.

Transfer 19/20
Perjalanan Musim
Seperti di ceritakan sedikit sebelumnya, perjalanan At. Madrid tidaklah selalu mudah.
Awal Musim
Awal musim,walau perkasa di laga friendly dan di laga awal liga namun dua piala yang seharusnya bisa didapatkan lepas ke tangan Real Madrid (Piala Super Spanyol) dan Dortmund (Euro Super Cup)
Untungnya setelah itu tim cukup stabil untuk selalu mendapatkan kemenangan bahkan dengan hasil yang cukup besar (menyarangkan gol rata-rata diatas 3 gol). Menjadi catatan mungkin hanya kekalahan dari Benfica di Liga Champion dan hasil seri dengan Mallorca. Sampai dengan hampir tengah musim ini saya cukup yakin kalau dengan tim ini bisa untuk bersaing untuk menjadi juara sampai akhir musim. Tapi saya salah

Awal Musim
Tengah Musim
Sampai dengan akhir tahun 2019, At. Madrid masih di posisi pertama di Liga dan Champion. Masih juga berjuang di Spanish Cup. Ditambah dengan mendapatkan juara di Club World Championship dengan mengalahkan River di final. Jadi tim ini menurut saya sudah bagus.
Tapi, ketika berganti tahun perlambatan itu terjadi. Kalah dari Valencia, seri dengan Villareal dan tersingkir di Spanish Cup dari Barcelona. Sampai disini merupakan keputusan dimana saya harus memberi pemin bertahan untuk menambal Ben Davies (DL) yang kurang oke di sisi kiri. Iya,saya punya Magro dimana saat itu dia sering bermain di DC karena Ackon yang juga buruk ketika dimainkan. Nah ketika saya ingin menggeser Magro ke kiri maka saya butuh pemain tengah yang bisa menjadi pendamping Zouma. Karenanya saya membeli Nunes.
Hasilnya memang tidak instan karena masalah kebugaran Nunes masih hanya sesekali dimainkan, At Madrid masih harus mengalami seri melawan Sevilla dan kalah dengan Betis di kandang sendiri.
Posisi pertama harus direlakan ke salah satu raksasa, Real Madrid.

Tengah Musim
Akhir Musim
Posisi pertama memang sudah direbut Real Madrid (sementara). Namun Nunes sudah fit. Dan lihatlah yang terjadi.
Sejak kekalahan dari Betis itu At. Madrid langsung tancap gas. Sampai akhir musim di liga tidak terkalahkan, dan hanya seri sebanyak dua kali menghadapi Sporting dan Malaga. Tidak terkalahkan berarti menghancurkan dua raksasa itu. 1-0 dengan Barcelona dan 4-1 serta 4-3 dengan Real Madrid. Alhasil posisi terdepan kembali direbut. Juara.
Begitu pula dengan Liga Champions, dimulai menyingkirkan Porto di Knockout pertama, lalu Man Utd di Quarter Final, sempat ketar ketir ketika menghadang Chelsea di Semi Final karena kalah di tandang dan akhirnya mengalahkan Lyon di Final. Juara.

Akhir Musim
Treble!

Treble!
Tahun ini At. Madrid semakin membaik, dengan tiga raihan juara, Liga Spanyol, Liga Champions, dan Piala Dunia Antar Klub. Dimana dua raksasa itu terkalahkan kembali.

Sang Raksasa Baru
Barcelona bahkan sempat terbuang ke posisi ke 6 di bawah Valencia dan Mallorca.

Best Eleven 19/20
Dalam hal taktik ada perubahan di lini depan, dimana sebelumnya memakai 1 ST dan 1 AMC maka untuk musim ini banyak memakai dengan sistem 2 ST disokong 2 AMR/L. Nunes belum masuk ke best eleven karena masih kurang dari setengah musim. Lihat bagaimana Ben Davies yang mempunyai rating terendah dibarisan pertahanan.
Falcao sudah resmi tersingkir di musim ini. Karenanya dia ingin dijual. Saya relakan bila ada yang memboyongnya untuk menikmati masa-masa menjelang pensiun (umur 34)
Oh iya ada dua pemain pemain yang sebelumnya “disekolahkan” di Atletico “B” yang bermain di Liga kedua Spanyol dan bermain bagus disana yaitu, Sebastien Renard (MC) dan Granado (ST) masuk ke tim utama dan sangat membantu di paruh musim kedua. Jadi jangan lupakan bila kamu punya tim “kedua”, “reserve” atau U-19. Karena jika tahapan itu bisa dilalui dengan bagus bisa mendapatkan pemain yang bagus, atau paling tidak bisa dijual untuk menghasilkan uang.
Selanjutnya
Musim sudah berakhir. Tahun baru menyambut. Raksasa baru sudah datang. Legenda akan tercipta. Uang tidak membeli segalanya, tapi ketepatan manajemen, pemain yang pas, dan perjuangan dilapangan yang bisa membeli semuanya, untuk menghasilkan juara dan pastinya uang.
Bersambung…