Bagaimana Memilih Ponsel Android?
Daftar isi

www.flickr.com/photos/etnyk/5588953445
Saya suka teknologi, suka ponsel. Mulai dari zaman Siemens sampai dengan sekarang OnePlus One. Duh, kelihatan jadulnya. Mulai zaman tidak tahu kalau masing-masing ponsel itu memiliki OS sendiri-sendiri, sampai tahu ada Symbian, BB OS, iOS, dan Android. Semua sudah dicoba. Jadi pandangan di sini mencoba bersifat objektif. Bukan ingin merendahkan atau membanggakan suatu OS.
Android
Sebagai salah satu OS populer di muka bumi ini hampir pasti orang tahu. Tapi cara pandang orang terhadap Android bagi orang pasti beda-beda. Ada yang menganggap Android itu Samsung, LG, Nokia, Xiaomi, atau Asus. Itulah keunggulan sekaligus kelemahan Android. Tidak ada pandangan yang sama mengenai Android. Sebagai OS open source yang bisa di rubah-rubah terserah pada penggunanya maka akan sangat mungkin tampang Android yang ada bisa bermacam-macam. Bagi saya dan yang membaca di Medium ini kemungkinan sudah tahu bahwa wajah Android yang asli adalah yang terdapat pada ponsel Nexus, atau sekarang juga bisa di nikmati di ponsel Android One yang tidak terlalu banyak melakukan perubahan di OS-nya.
Begitu pula pandangan orang terhadap kinerja Android. Kebanyakan orang akan berpendapat Android itu lambat, layarnya jelek dan mudah crash atau hang, terutama untuk ponsel berharga murah. Walau tidak tertutup kemungkinan ponsel berharga mahal juga mengalami seperti itu. Namun, bila pernah merasakan pengalaman Android di ponsel Nexus dan sekarang Android One akan merasakan sebenarnya Android seperti itu. Simpel, tidak banyak lag atau lambat dan memiliki kualitas layar yang bagus.
Android One sebagai salah satu alternatif yang bisa dijadikan patokan pengalaman Android yang sebenarnya dan berharga murah bisa masuk sebagai ponsel Android pilihan namun di sini saya mau memilih ponsel Android yang menurut saya sama atau mendekati pengalaman Android di Nexus.
Spesifikasi
Prosesor
Sebagai salah satu komponen terpenting dari ponsel ini menjadi perhatian utama. Ponsel Android yang bisa dipilih adalah yang mempunyai minimal 4 otak atau istilah keren nya Quad Core. Kenapa tidak cukup Dual Core? Karena prosesor Quad Core saat ini dianggap bukan barang mahal lagi.
RAM
Android itu sangat-sangat butuh RAM yang gede. Android secara asal mulanya memang banyak membuat sampah per aplikasi dan OS itu sendiri. Sampah-sampah yang selalu tertimbun makin lama akan membebani RAM sebagai penyimpanan sementara aplikasi untuk bisa jalan. Apabila RAM menipis maka terjadilah apa yg dinamakan lag, lambat dan berakhir crash atau hang. Jadi untuk mendapatkan pengalaman yang mulus maka perlu minimal RAM 2 GB
PPI
Pixel per inch lainnya menyebut dot per inch (DPI) prinsip nya sama, menyebutkan kerapatan pixel dari layar sehingga layar dapat terlihat tajam. Pernah dengar ‘Retina Display’ dari Apple? Nah itu salah satu yang dikejar oleh Apple untuk mendapatkan ‘Retina Display’ adalah dengan meningkatkan PPI. Dengan PPI yang tinggi maka tampilan layar akan semakin bagus. PPI yang membuat layan ponsel Android enak dipandang adalah minimal 200 atau bila bisa diatas 250
Storage
Sejak Kitkat, Android tidak memperbolehkan secara resmi untuk memindahkan aplikasi ke memori eksternal dengan alasan keamanan. Jadi saat ini untuk Android media penyimpanan internal sangat penting. Bisa dilakukan modifikasi dengan root, tapi semua orang belum tentu bisa dan mau melakukan root, karenanya minimal media simpan internal untuk aplikasi adalah 16 GB
Ponsel
Jadi ponsel Android apa yang layak dibeli? Saya memakai aplikasi Inponsel untuk mencari dengan kriteria yang saya sebutkan di atas. Memang tidak ada ponsel yang berharga di bawah 2 juta. Bagi yang mencari di range harga harga tersebut walau di luar kriteria, saya bisa menyarankan kelompok ponsel Android One.
Ponsel dan harga di bawah ini per tanggal 27 Februari 2015
Di bawah 3 juta:
- Asus Padfone S (2.999.000)
- Alcatel One Touch Idol X (2.999.000)
- Lenovo Vibe X S960 (2.850.000)
- IMO Turbo S99 (2.779.000)
- Acer Liquid E3 (2.099.000)
Di bawah 4 juta:
- Sony Xperia Z LTE (3.999.000)
- Lenovo Vibe Z K910 (3.800.000)
- ZTE Nubia Z5S Mini (3.699.000)
Di bawah 5 juta:
- LG G2 (4.999.000)
- Huawei MediaPad X1 (4.599.000)
- OnePlus One (4.499.000)
- LG Nexus 5 (4.499.000)
- Sony Xperia Z Ultra (4.299.000)
Di atas 5 juta:
- HTC One M8 (8.900.000)
- Sony Xperia Z3 (8.499.000) & Compact (6.999.000)
- Lenovo Vibe Z2 Pro (7.499.000)
- Samsung Galaxy S5 (6.900.000)
- Sony Xperia Z2 (6.799.000)
- LG G3 (6.499.000)
Singkatnya: Ponsel Android yang oke itu minimal memiliki spesifikasi prosesor Quad Core, RAM 2 GB, PPI/DPI di atas 250 dan kapasitas penyimpanan internalnya 16 GB
Semoga tulisan ini bisa membantu buat memilih ponsel Android yang memuaskan.